Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Bedah Musik Kebangsaan, Cara Segar Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila

Rabu 15 Dec 2021 09:42 WIB

Red: Muhammad Hafil

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, Ir Prakoso saat menjadi pembicara di acara Bedah Musik Kebangsaan di Kampus Universitas Sumatra Utara, Selasa (15/12).

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, Ir Prakoso saat menjadi pembicara di acara Bedah Musik Kebangsaan di Kampus Universitas Sumatra Utara, Selasa (15/12).

Foto: Dok Republika
Musik bisa membuat generasi muda tertarik untuk mengenal Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan, Ir Prakoso menjelaskan sosialisasi Pancasila melalui Bedah Musik Kebangsaan. Menurut Prakoso, musik adalah bahasa universal sehingga bisa membuat tertarik generasi muda dan mengulik lebih dalam lagi tentang makna dari lagu-lagu kebangsaan.

Dari situ, dia bisa menggali dan memahami, pesan-pesan Pancasila yang ada di lagu kebangsaan. "Dengan misalnya membedah lagu Dari Sabang Sampai Merauke, ternyata mereka sadar bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang besar. Negara yang bersatu meski berbeda-beda etnis dan terdiri dari belasan ribu pulau," kata Prakoso sela acara Bedah Musik Kebangsaan yang digelar di Kampus Universitas Sumatra Utara (USU), Selasa (15/12).

Baca Juga

Contoh lainnya, dengan membedah lagu Bangun Pemudi Pemuda. Dengan cara membedah musik seperti ini, maka para pemuda juga akan sadar mereka harus bergerak untuk mengisi kemerdekaan.

Menurut Prakoso, pesan yang disampaikan melalui musik akan memunculkan kebahagiaan. Dia mencontohkan, saat acara bedah musik berlangsung, para mahasiswa yang hadir terlihat sangat antusias dan menyimak pesan-pesan Pancasila. Ini karena penyampaian pesan disuguhi dengan musik.

Karena, Pancasila itu juga inklusif, kekinian, dan tidak kuno. "Jadi lagu-lagu kebangsaan itu menyampaikan pesan generasi muda harus merawat negara ini yang sangat besar. Dan menjaga persatuan dan kesatuannya," kata Prakoso.

photo
Para musisi yang tergabung di Indonesia Care sedang beraksi di acara Bedah Musik Kebangsaan di Kampus USU, Sumatra Utara, Selasa (14/12). - (Dok Republika)

Karena itu, Prakoso mengatakan, bedah musik kebangsaan ini nantinya akan menyasar banyak kampus lainnya. Termasuk, komunitas pendidikan lainnya seperti pesantren.

"Sehingga terbangunlah cinta tanah air itu. Salah satunya melalui musik. Dan, ada sarana-sarana lainnya menyampaikan nilai-nilai Pancasila seperti film dan juga olahraga. Ini cara mengenalkan Pancasila yang lebih fresh," kata Prakoso.

Sementara, Rektor USU DR Muryanto Amin mengatakan, Bedah Musik Kebangsaan yang digagas oleh BPIP merupakan suatu terobosan yang sangat baik dalam melihat nilai-nilai Pancasila. Karena, tak ada orang di muka bumi ini yang tak suka musik.

"Sehingga, melalui musik penanaman dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila akan lebih mudah tersampaikan ke kaum milenial," kata Muryanto Amin.

Acara Bedah Musik Kebangsaan di Universitas Sumatra Utara dihadiri sejumlah narasumber dan peserta. Di antaranya yaitu Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono, Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso. Kemudian, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi M Akbar Hadi Prabowo, Rektor USU DR Muryanto Amin, Ketua Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra Utara (USU) Rithaony Hutajulu, musisi dan artis dari Imdonesia Care, Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. Dan, para mahasiswa serta dosen di USU.

photo
Bedah Musik BPIP Dinilai Efektif Sosialisasikan Pancasila - (Dok Republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA