Selasa 14 Dec 2021 07:27 WIB

Seputar Hasil Undian 16 Besar Liga Champions: Benfica Vs Ajax

Benfica hanya sekai menang dalam tujuh pertemuan melawan Ajax di Liga Champions.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Para pemain Ajax (ilustrasi). Ajax akan menghadapi Benfica pada babak 16 besar Liga Champions.
Foto: EPA-EFE/MAURICE VAN STEEN
Para pemain Ajax (ilustrasi). Ajax akan menghadapi Benfica pada babak 16 besar Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Undian babak 16 besar Liga Champions akhirnya berjalan lancar pada Senin (13/12) pukul 21.00 WIB setelah pengundian tiga jam sebelumnya dibatalkan UEFA akibat kesalahan teknis. Benfica yang awalnya terundi menghadapi Real Madrid, kini akan berhadapan dengan Ajax, tim yang tak bisa dibilang lebih lemah dari Los Blancos.

Benfica dipastikan berstatus underdog mengingat rekor pertemuan dan performa terbaru musim ini. Benfica dan Ajax sudah bertemu tujuh kali di kompetisi ini. Benfica hanya sekali menang, dua kali imbang, dan empat kali kalah melawan Ajax. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi babak penyisihan Grup E musim 2018/19 di kandang Benfica yang berakhir imbang 1-1.

Baca Juga

Berikut tinjauan singkat kedua tim ini, dikutip dari laman UEFA:

Benfica

Peringkat UEFA: 29

Grup E: runner-up (Menang 2, Imbang 2, Kalah 2, Gol Memasukkan 7, Gol Kemasukan 9) 

Musim lalu: babak kualifikasi ketiga (Kalah 1-2 vs PAOK)

Pencapaian terbaik di Liga Champions: juara (1960/61, 1961/62)

Benfica memulai musim sebagai underdog dalam tim yang disi Bayern Muenchen dan Barcelona. Namun Benfica akhirnya mampu menyingkirkan Barcelona dengan bantuan kemenangan mengesankan 3-0 di Lisbon.  Gol Darwin Nunez, kecepatan Rafa Silva, dan ketahanan Nicolas Otamendi di lini belakang memastikan Eagles menyelesaikan tugasnya.

Selama periode tugas pertamanya, dari 2009 hingga 2015, Jorge Jesus menjadi pelatih paling sukses dalam sejarah klub dengan memenangkan sepuluh trofi: tiga gelar Liga, satu Piala Portugal, satu Piala Super, dan lima Piala Liga.  Dia kembali pada 2020 untuk memulai periode keduanya.

Pemain kunci: Joao Mario

Pemain berusia 28 tahun itu memenangkan gelar Portugal musim lalu bersama Sporting CP saat dipinjamkan dari Inter Milan.  Dia baru tiba di Benfica pada bulan Juli tetapi telah membuat dampak instan dengan keterampilan organisasi, visi, dan kemampuannya untuk mendikte kecepatan permainan.  "Dia menambahkan kelas ke dalam tim," kata pelatih Jorge Jesus tentang gelandang pemenang Piala Erpa 2016 bersama Portugal.

Tahukah Anda?

Benfica telah mencapai tujuh final Liga Champions tetapi kalah dalam lima final terakhir mereka, terakhir melawan AC Milan pada 1990.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement