Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

IAIN Cirebon akan Dikukuhkan Sebagai Kampus Siber UISSI

Senin 13 Dec 2021 23:35 WIB

Red: Nashih Nashrullah

IAIN Cirebon beralih status jadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia.

IAIN Cirebon beralih status jadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia.

Foto: Dok Istimewa
IAIN Cirebon beralih status jadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON—  Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) mendukung sekaligus menyambut baik transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon ke Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). 

Tranformasi alih status tersebut akan ditandai secara formal dengan soft launching Program Studi Siber PAI yang akan digelar di Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (14/12). 

Baca Juga

Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan Kehadiran Cyber Islamic University ini didasari semangat untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.  

Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati tersebut menegaskan bahwa transformasi kelembagaan yang digagas IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Cyber Islamic University akan menjadi satu-satunya perguruan tinggi keagamaan Islam siber di Indonesia.  

“Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, Cyber Islamic University diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring,” ujarnya 

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam, Suyitno, menambahkan kehadiran Cyber Islamic University dalam hal ini UISSI merupakan tuntutan zaman dan langkah strategis yang harus ditempuh Kemenag untuk merespon kebutuhan di lapangan.  

“Jadi Cyber Islamic University, UISSI ini bukan program gengsi-gengsian. Kita ini punya pekerjaan rumah 86 ribu guru yang belum sarjana karena tidak dapat meninggalkan tugas mengajarnya. Jika ini tidak kita atasi, maka mereka tidak dapat meningkatkan jenjang karirnya sebagai guru profesional, dan ini tidak boleh dibiarkan oleh Kemenag,” tegas Suyitno. 

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta Hasyim, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pejabat Kementerian Agama yang telah men-support kampus yang berada di Kota Udang ini menuju UISSI. Dukungan terus berdatangan, baik dari internal Kementerian Agama maupun dari eksternal. 

“Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang panjang, saat ini kita dalam proses transformasi kelembagaan dari Institut menuju Universitas, sebuah Pilot Project yang ini merupakan sebuah apresiasi kepada lembaga kita dari Kementerian Agama Republik Indonesia,” kata Sumanta. 

Dia mengatakan pendirian ini adalah hasil kerjasama yang saat ini sedang berjalan dan posisinya di Menpan RB, dan pihaknya berharap dapat diproses dengan cepat dan berdiri Universitas yang memiliki cyber islamic university yang baru satu-satunya ada di Cirebon. 

Rektor juga mengatakan, kahadirian UISSI di Cirebon tonggak sejarah yang terbangun melalui sejarah panjang Kota Cirebon sebagai destinasi pendidikan Islam. 

“Cirebon memiliki historis atau sejarah dalam destinasi pendidikan Islam, yang pertama di masaya Syekh Nurjati, kemudian dilanjutkan oleh muridnya, Sunan Gunung Djati, dan terus berkembang pesantren-pesantren hingga Alhamdulillah akhirnya berdiri IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang akan bertransformasi menjadi UISSI,” tuturnya. 

Hingga kini UISSI dalam proses transformasinya telah melahirkan satu pendidikan jarak jauh, yakni PJJ PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, PJJ tersebut telah berlangsung di tahun ajaran 2021-2022 yang hingga kini mahasiswanya terbentang dari Sabang sampai Merauke.

“Ini merupakan hasil, manfaat, yang memberikan kontribusi, memberikan akses pendidikan kepada anak bangsa yang bisa mengakses pendidikan walaupun tempat tinggalnya terhalang jarak,” ungkap Rektor. 

Sebagai informasi, UISSI sendiri telah mulai membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022 dengan piloting Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang telah memperoleh Akreditasi Unggul. Pada  2022 ditargetkan seluruh program studi yang Terakreditasi Unggul sepenuhnya akan diselenggarakan menjadi model cyber university.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA