Senin 13 Dec 2021 21:41 WIB

Anggota Holding Aviasi dan Pariwisata Terus Berbenah

BUMN-BUMN dalam InJourney tengah mereviu model bisnis dan keuangan.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Logo Kementerian BUMN. Anggota dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata terus berbenah.
Foto: bumn.go.id
Logo Kementerian BUMN. Anggota dalam Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata terus berbenah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) (Aviata) atau InJourney Dony Oskaria mengatakan, pemulihan sektor pariwisata terus menunjukan perbaikan.

"Memang kita tahu yang paling terdampak pandemi itu semua bisnis yang berhubungan dengan trafik," ungkap Dony dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/12).

Baca Juga

Dony pun menyadari hal tersebut. Oleh karena itu, ucap Dony, BUMN-BUMN dalam InJourney saat ini tengah mereviu kondisi model bisnis dan keuangan. Dony menyampaikan anggota holding juga telah melakukan transformasi yang diharapkan memulihkan kinerja menjadi lebih baik.

"Ada dua hal yang kami lakukan yakni fundamental review dan fundamental improvement serta mereviu model bisnis anggota holding," lanjut Dony.

Dony menjelaskan fundamental review dan fundamental improvement berkaitan dengan struktur biaya dan revenue stream. Holding mendorong BUMN menyesuaikan struktur biaya dengan forecasting revenue masing-masing perusahaan. 

"Memang trafik belum tentu akan kembali seperti 2019 dalam perencanaan yang kami buat, tapi kita fokus menurunkan cost agar tidak ganggu bottomline dan terus merugi," ungkap Dony.

Selain itu, lanjut Dony, holding juga mereviu model bisnis dari masing-masing BUMN. Dony menilai adaptasi dalam menghadapi perubahan model bisnis menjadi keharusan agar tidak tertinggal. Dony mencontohkan, perubahan model bisnis yang terjadi pada hotel-hotel BUMN melalui skema operatorship di bawah Hotel Indonesia Natour (Persero). 

"Ini pertamakali dilakukan, dulu hotel (BUMN) terpecah-pecah sehingga tidak punya kekuatan dan benang merah. Dengan adanya Aviata jadi satu operatorship sehingga bisa konsolidasi," ucap Dony.

Dony menyebut proses bergabungnya hotel-hotel BUMN dalam satu wadah berjalan secara bertahap dan ditargetkan 122 hotel BUMN akan berada di bawah HIN pada 2023.

"Selanjutnya kita bisa menjadi (jaringan hotel) nomor satu di Indonesia," kata Dony.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement