Selasa 14 Dec 2021 03:25 WIB

Pemkot Surabaya Antisipasi Kerumunan Saat Tahun Baru

Pemkot Surabaya akan bekerja sama dengan TNI-Polri dalam mengantisipasi Nataru

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Warga bersepeda menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 digital di aplikasi PeduliLindungi kepada petugas jaga saat hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/11/2021). Pemkot Surabaya membuka kembali hari bebas kendaraan bermotor di jalan itu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Warga bersepeda menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19 digital di aplikasi PeduliLindungi kepada petugas jaga saat hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (7/11/2021). Pemkot Surabaya membuka kembali hari bebas kendaraan bermotor di jalan itu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan kesiapannya mengikuti aturan pemerintah pusat dalam upaya mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat natal dan tahun baru. Armuji meyakini, meskipun pemerintah membatalkan wacana PPKM level 3, tetapi pasti ada aturan baru yang mencegah kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan penularan Covid-19.

Armuji menyatakan, pihaknya bakal menyiapkan langkah-langkah dalam upaya mencegah lonjakan kasus Covid-19. Utamanya untuk mengantisipasi terjadi kerumunan di tempat-tempat yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak muda saat malam peergantian tahun. Yakni dengan menyiagakan petugas untuk mengawasi secara ketat.

Baca Juga

"Untuk bisa mengeliminir dari pada lajunya orang yang mau pergi atau paling tidak, tempat yang biasa dipakai untuk anak-anak muda (nongkrong) itu benar-benar ada satu penjagaan yang ketat. Supaya tidak terjadi penggerumbulan dan tidak terjadi kerumunan massa yang luar biasa," kata Armuji di Surabaya, Senin (13/12).

Armuji menyatakan, pihaknya juga bakal bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri untuk mengantisipasi lonjakan masyarakat yang ingin merayakan malam pergantian tahun di Kota Pahlawan. Namun demikian, kata Armuji, pihaknya tidak akan melakukan penyekatan di perbatasan-perbatasan Kota Surabaya.

"Untuk penyekatan enggak, tapi paling tidak kita benar-benar mengeliminir kan biasanya ada orang yang pengen ke Surabaya, merayakan di Surabaya, itu yang kita antisipasi," kata Armuji.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pihaknya bakal melakukan koordinasi lanjutan terkait pembatalan penerapan PPKM Level 3 saat Nataru. Namun ddmikian, Emil menegaskan pada prinsipnya Pemprov Jatim akan tegak lurus dan sesuai dengan aturan yang diterbitkan pemerintah pusat.

"Saya belum bisa berkomentar banyak karena tentu hal ini akan dibahas dengan Forkopimda. Tapi apapun itu kita akan siap melaksanakan sesuai aturan," kata Emil.

Pakar imunologi Universitas Airlangga (Unair) Theresia Indah Budhy menyebut virus Corona sebagai virus yang pintar dan dapat bermutasi secara cepat. Hal itu dibuktikan dengan terus bermunculannya varian baru Covid-19. Bahkan, kata dia, ada lebih dari 10 varian Covid-19. Varian Covid-19 terbaru yang ditemukan yaitu Omicron yang disebut-sebut lebih ganas dibanding varian sebelumnya.

Theresia mengatakan, lonjakan kasus saat ditemukannya Covid-19 varian Delta beberapa waktu lalu selayaknya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Indonesia. Meskipun Indonesia masuk dalam peringkat atas dunia dalam pemulihan Covid-19, dan tercatat sebagai negara Asia nomor satu dalam penanganan Covid-19, masyarakat tetap wajib waspada.“Kadang kita lupa bahwa masih ada virus ini di sekitar kita, untuk itu kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tradisi pulang kampung, berkumpul, dan berwisata yamg telah menjadi tren yang biasanya dilakukan masyarakat saat natal dan tahun baru. Ia mengatakan, dengan kondisi pandemi yang masih melanda Indonesia, masyarakat selayaknya mengindahkan imbauan pemerintah terkait pembatasan untuk menghindari lonjakan kasus positif Covid-19 di akhir 2021.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement