Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Angka Pengangguran di Jakarta Turun Selama Pandemi Covid

Senin 13 Dec 2021 16:10 WIB

Red: Bayu Hermawan

Sejumlah pencari kerja mengunjungi pameran bursa kerja Jakarta Job Fair (foto: ilustrasi)

Sejumlah pencari kerja mengunjungi pameran bursa kerja Jakarta Job Fair (foto: ilustrasi)

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Angka pengangguran di Jakarta selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan angka pengangguran di Ibu Kota mengalami penurunan. Saat ini, jumlah pengangguran di Jakarta sebanyak 462.000 orang.

"Menurun 8,5 persen," kata Andri Yansyah di lokasi job fair di Mall Taman Palem Cengkareng, Senin (13/12).

Baca Juga

Andri menilai, menurunnya jumlah pengangguran dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya program pelatihan kerja dan JakTrainer yang telah mereka gelar. Program JakTrainer banyak melahirkan pengusaha kecil mulai dari bidang kuliner hingga kerajinan tangan. 

Hal tersebut yang membuat banyak warga yang kini sudah berstatus pengusaha.Dinas Tenaga Kerja juga giat melakukan pelatihan kerja agar warga yang mencari pekerjaan lebih mudah diterima perusahaan. Kini, Andri tengah menggenjot program jobfair yang berlangsung di seluruh wilayah DKI Jakarta. Dia berharap dengan program jobfair ini, angka pengangguran bisa semakin di pangkas.

"Insya Allah tahun ini kita menargetkan sekitar 15.000 sampai 18.000 tenaga kerja bisateserapmelalui kegiatan 'job fair' ini," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah kota di setiap wilayah sudah melakukan kegiatan JakTrainer untuk melatih warga menjadi pengusaha. Salah satu wilayah yang fokus dengan kegiatan itu adalah Kota administrasi Jakarta Barat. 

Tercatat sebanyak 800 orang dilatih dalam program JakTrainer yang digelar oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat selama 2021. "Untuk JakTrainer kita sudah mencapai 800 orang. Itu belum termasuk dengan peserta yang mengikuti pelatihan kerja," kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas dan Transmigrasi Suku Dinas (Sudin) Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat, Nur Kholis saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Nur Kholis mengatakan, tujuan dari program ini untuk memangkas angka pengangguran yang sempat meninggi selama pandemi. Dia menjelaskan, ke-800 warga tersebut mengikuti pelatihan usaha kuliner daerah seperti cara membuat dodol dan bir pletok. Sedangkan untuk di bidang kesenian para peserta dilatih membuat boneka ondel-ondel dan pernak pernik lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA