Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Prabowo-Puan Bisa Menang Kalau Anies Hilang dari Capres, Ini Penjelasannya

Senin 13 Dec 2021 13:09 WIB

Red: Joko Sadewo

Survei Pilpres 2024 yang dilakukan Indopol menyebut pasangan Prabowo-Puan akan kalah dari Anies-AHY. (ilustrasi)

Survei Pilpres 2024 yang dilakukan Indopol menyebut pasangan Prabowo-Puan akan kalah dari Anies-AHY. (ilustrasi)

Foto: Infografis Republika.co.id
Prabowo, Ganjar, Anies lebih kuat jika diposisikan sebagai capres.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Direktur Eksekutif Indopol, Ratno Sulistiyanto, mengatakan saat ini, figur seseorang lebih menentukan dibanding partai politik, dalam elektabilitas Pilpres 2024. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Indopol terkait Pilpres 2024.

"Figur kepemimpinan lebih kuat dari parpol, karena terbukti dalam survei kami, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, maupun Prabowo Subianto, mampu mengungguli pimpinan partai, seperti Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto, Puan Maharani, maupun AHY,” kata Ratno, Senin (13/12).

Survei Indopol digelar pada 19-27 November 2021. Survei ini dilakukan dengan responden sebanyak 1.230 orang di seluruh provinsi di Indonesia, dengan margin error kurang lebih 2,8 persen.

Ratno mengatakan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan  elektabilitasnya maksimal hanya bila ditempatkan sebagai calon presiden. Jika 2 dari 3 figur tersebut dipasangkan, maka mereka dipastikan akan memenangi semua level pemilihan, misalnya Prabowo-Anies, Prabowo-Ganjar, Ganjar-Anies, atau Anies-Ganjar.

Survei yang dilakukan Indopol menyebutkan, pasangan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan bisa menumbangkan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Namun jika Anies tidak maju sebagai capres kemungkinan Prabowo-Puan akan berjaya di Pilpres 2024.

Baca juga : Tjahjo: ASN Tetap tak Boleh Cuti

Pada survei ini, Indopol melakukan sejumlah simulasi. Pada simulasi pertama, Prabowo-Puan sukses meraih elektabilitas tertinggi, yaitu sebesar 20,98 persen. Namun dalam simulasi ini, yang menjadi lawan adalah pasangan Airlangga Hartarto-Anies Baswedan  (13,01 persen), dan Muhaimin Iskandar - AHY ( 6,34 persen). Anies pada simulasi ini diposisikan sebagai cawapres dari Airlangga.

Namun ketika dalam simulasi Anies dipasang sebagai capres yang berpasangan dengan AHY, elektabilitasnya melambung tinggi. Elektabiltas Anies-AHY (22,85 persen) mengalahkan Prabowo-Puan (18,46 persen) dan pasangan Airlangga-Gatot Nurmantyo (5,37 persen).

"Anies kuat jika diposisikan sebagai capres. Tapi kalau hanya jadi cawapres, (dengan capresnya adalah figur pimpinan parpol (selain Prabowo) elektabiltasnya rendah,” kata  Ratno.

Saat Anies diposisikan sebagai cawapres dari Puan, elektabilitasnya tidak tinggi.  Puan-Anies cuma mampu meraup angka 7,40 persen. Kalah jauh dari Prabowo-Ganjar (34,31 persen). Tetapi ketika dipasangkan dengan Prabowo yang dimajukan sebagai capres, elektabilitas pasangan tersebut melambung hingga 33,74 persen.

Baca juga : Dana Salah Transfer Disebut Bisa Jadi Milik Nasabah

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA