Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

PM Kanada: Tak Boleh Ada yang Kehilangan Pekerjaan karena Keyakinan Mereka

Senin 13 Dec 2021 13:08 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

PM Kanada: Tak Boleh Ada yang Kehilangan Pekerjaan karena Keyakinan Mereka. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

PM Kanada: Tak Boleh Ada yang Kehilangan Pekerjaan karena Keyakinan Mereka. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL/POOL
Seorang guru di Quebec, Kanada dipindah karena mengenakan jilbab.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Provinsi Quebec, Kanada melarang simbol keagamaan digunakan oleh seorang pegawai publik setelah undang-undang disahkan pada 2019. Undang-undang ini menyebabkan seorang guru berhijab kehilangan pekerjaannya.

"Seorang guru kelas 3 di Chelsea, Quebec dipindahkan ke posisi berbeda di bawah undang-undang Quebec yang melarang pegawai sektor publik dalam posisi otoritas mengenakan simbol agama," kata Ketua Sementara Dewan Sekolah Quebec Barat Wayne Daly kepada Reuters, dilansir dari Abna24, pada Senin (13/12).

Baca Juga

Dia telah dibanjiri dengan panggilan telepon dan email sejak pernyataannya itu. Seorang siswa kelas 3 bahkan mengecam pemindahan itu sebagai tindakan yang tidak adil.

Provinsi Quebec yang sebagian besar berbahasa Prancis memberlakukan undang-undang tersebut pada 2019, seolah-olah untuk mempertahankan "laicite" sekularisme dalam layanan publiknya.

RUU itu, yang sebagian dikuatkan oleh pengadilan Quebec musim semi ini, dikecam karena menargetkan Muslim, Sikh, dan Yahudi. Para pemimpin partai federal menuntut permintaan maaf selama debat pemilihan federal September setelah moderator menyebutnya diskriminatif.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA