Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Virus Corona Serang Jaringan Lemak, Apa Dampaknya?

Senin 13 Dec 2021 06:37 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda

Pasien Covid-19 di ICU Rumah Sakit Umum Dr Abdulah Nakas di Sarajevo, Bosnia, Jumat, 17 September 2021. Studi mengungkap, virus corona dapat menginfeksi sel-sel lemak. Temuan ini dapat menjelaskan alasan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit parah dan kematian akibat Covid-19.

Pasien Covid-19 di ICU Rumah Sakit Umum Dr Abdulah Nakas di Sarajevo, Bosnia, Jumat, 17 September 2021. Studi mengungkap, virus corona dapat menginfeksi sel-sel lemak. Temuan ini dapat menjelaskan alasan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit parah dan kematian akibat Covid-19.

Foto: AP
Virus corona juga menginfeksi sel-sel lemak dan berdampak pada jaringan sekitarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi menyebutkan, virus corona tipe baru (SARS-CoV-2) yang menjadi penyebab Covid-19 menginfeksi sel-sel lemak dan sel-sel kekebalan tertentu di dalam lemak tubuh. Kondisi itu menciptakan respons kekebalan yang dapat menyebabkan kerusakan besar.

Temuan ini dapat menjelaskan alasan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit parah dan kematian akibat Covid-19. Studi ini memang belum ditinjau rekan sejawat atau diterbitkan dalam jurnal, tetapi itu memberikan gambaran mengapa beberapa pasien rentan, bahkan jika mereka tidak memiliki risiko atau kondisi yang lain.

Baca Juga

"Intinya adalah memang virus dapat menginfeksi sel-sel lemak secara langsung," kata seorang ilmuwan yang mempelajari sel-sel lemak di UT Southwestern Medical Center di Dallas, Philipp Scherer, kepada The New York Times.

Scherer menjelaskan, apapun yang terjadi pada lemak tak hanya memengaruhi lemak. Ini juga berdampak pada jaringan sekitarnya juga.

Sseperti dikutip dari laman Web MD, Senin (13/12), di studi tersebut, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Stanford University menguji jaringan lemak dari pasien operasi bariatrik untuk memahami apakah mereka dapat terinfeksi virus corona. Mereka melihat berbagai jenis sel-adiposit atau sel lemak serta pra-adiposit yang menjadi sel lemak dan sel kekebalan yang disebut makrofag jaringan adiposa.

Para peneliti juga melihat jaringan lemak dari tubuh pasien Eropa yang meninggal karena Covid-19 dan menemukan virus virus corona pada lemak di sekitar berbagai organ, termasuk jantung dan usus.

"Itu bisa dikaitkan dengan kerusakan organ yang terlihat pada pasien Covid-19 yang parah," tulis mereka.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA