Ahad 12 Dec 2021 05:27 WIB

Alumni Beasiswa Baznas Bantu Anak Penyintas Banjir Lombok

Kegiatan psikososial dilakukan di lokasi pengungsian Desa Kekait, Lombok Barat.

 Alumni dan peserta Beasiswa Baznas  Regional Mataram NTB  bersama Baznas Provinsi NTB memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap anak-anak terdampak bencana banjir bandang di desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (9/12).
Foto: Dok Baznas
Alumni dan peserta Beasiswa Baznas Regional Mataram NTB bersama Baznas Provinsi NTB memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap anak-anak terdampak bencana banjir bandang di desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (9/12).

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Alumni dan peserta Beasiswa Baznas  Regional Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Baznas Provinsi NTB hadir sebagai relawan pendidikan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) terhadap anak-anak terdampak bencana banjir bandang di desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan itu dilaksanakan pada Kamis (9/12).

Sebanyak delapan  orang personel alumni dan peserta beasiswa Baznas  ikut serta dalam kegiatan ini, yakni Muh  Kadri, Lilik Supiatni, Marhamah, Apriani Asnaye, Asriani, Haryati, Muhammad Sahbudin, dan Lia Marania Safitri.

Giat tersebut dilakukan guna mengisi aktivitas eduksi dan hiburan yang bermanfaat kepada anak-anak pasca terjadinya banjir bandang yang terjadi pada   Senin (6/12).

Peristiwa itu menyebabkan kurang lebih 4.873 unit rumah terendam dan 448 unit rumah rusak. 

Kegiatan psikososial pada hari pertama berlangsung pada hari Kamis (9/12)  yang dilakukan di lokasi pengungsian Dusun Kekait Daya, Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. 

Lilik Supiatni, salah satu alumni beasiswa Baznas mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak korban banjir supaya dapat meredakan trauma pasca bencana.  Kegiatan ini dimulai dengan aktivitas pembagian masker dan mencuci tangan menggunakan handwash, karena mengingat kondisi yang masih di masa pandemi. Kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa senam anak-anak dan lomba mewarnai gambar. 

"Kami memberikan edukasi sekaligus hiburan kepada anak-anak supaya menjadi anak yang cerdas dan kreatif dengan mewarnai berbagai objek dalam gambar" kata Lilik dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (9/12). 

Jaelani (30) salah satu pengurus remaja dusun setempat ikut membantu kegiatan pemberian Layanan Dukungan Psikososial dan mengucapkan terima kasih dengan adanya Relawan Baznas  yang datang menghibur dan memberikan trauma healing kepada anak-anak di tempat pengungsian. 

"Agenda ini sangat bermanfaat untuk adik-adik kita di tempat pengungsian, saya ucapkan terima kasih kepada tim Relawan Pendidikan Baznas yang telah berkunjung untuk menghibur adik-adik kita di sini," ujar Jaelani (9/12). 

Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, meski guyuran hujan datang di akhir acara tapi antusiasme dan semangat anak-anak di lokasi pengungsian masih tetap terjaga. 

Acara ditutup dengan berbagi bingkisan berupa makanan penambah gizi dan reward kepada anak-anak yang mendapat nilai tertinggi dari lomba mewarnai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement