Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

BPBD Pandeglang Siagakan Peralatan Evakuasi Hadapi Cuaca Ekstrem

Jumat 10 Dec 2021 10:21 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Anak bermain di sekitar jalan yang rusak akibat diterjang gelombang di Labuan, Pandeglang, Banten (ilustrasi)

Anak bermain di sekitar jalan yang rusak akibat diterjang gelombang di Labuan, Pandeglang, Banten (ilustrasi)

Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan daerah rawan bencana alam.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang menyiagakan peralatan evakuasi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang berpeluang terjadi pada pergantian tahun baru 2022. "Kita siagakan peralatan evakuasi untuk mengurangi risiko kebencanaan," kata Kepala Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Emil Salim, Jumat (12/10).

Kesiapsiagaan peralatan evakuasi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Peralatan evakuasi itu di antaranya perahu karet, gergaji mesin, tambang, pompa penyedot, pakaian pelampung, kendaraan operasional, tenda pengungsian dan lainnya. "Semua peralatan evakuasi kebencanaan itu dalam kondisi baik," katanya menjelaskan.

Baca Juga

Selama ini, wilayah Kabupaten Pandeglang merupakan daerah rawan bencana alam karena alamnya pegunungan, perbukitan, pesisir pantai, aliran sungai dan kawasan hutan nasional. Potensi bencana alam itu, seperti banjir, longsor, angin puting beliung, tsunami, gempa dan kebakaran.

"Kami bergerak cepat untuk melakukan evakuasi agar tidak menimbulkan korban jiwa jika menerima laporan adanya bencana alam itu," katanya.

BMKG diprediksi pada pergantian tahun baru, wilayah Pandeglang akan dilanda cuaca ekstrem. Termasuk di pesisir pantai Perairan Selat Sunda Banten bagian utara. Cuaca ekstrem itu berupa hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di pesisir pantai.

Untuk mengantisipasi kebencanaan, di antaranya kesiapsiagaan peralatan evakuasi juga mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar dapat menyelamatkan secara mandiri, baik diri sendiri keluarga dari ancaman bencana itu. Selain itu juga BPBD Pandeglang membentuk Desa Siaga di seluruh kecamatan guna meningkatkan pemahaman tentang bencanasehingga mereka mampu menyelamatkan diri dan tidak menimbulkan korban jiwa. "Kami minta warga tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem itu," katanya menjelaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA