Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

UMM Dipercaya Jadi Pengawas Program Prakerja

Jumat 10 Dec 2021 09:07 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Kampus UMM (ilustrasi).  Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya oleh Kementerian Perekonomian untuk mengawasi jalannya program pelatihan prakerja sejak April lalu. Adapun evaluasi dan focus group discussion (FGD) ini dilaksanakan pada Senin (29/11) lalu di Rayz hotel UMM.

Kampus UMM (ilustrasi). Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya oleh Kementerian Perekonomian untuk mengawasi jalannya program pelatihan prakerja sejak April lalu. Adapun evaluasi dan focus group discussion (FGD) ini dilaksanakan pada Senin (29/11) lalu di Rayz hotel UMM.

Foto: Dokumen.
Kerja sama pemantauan ini telah berlangsung selama delapan bulan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya oleh Kementerian Perekonomian untuk mengawasi jalannya program pelatihan prakerja sejak April lalu. Adapun evaluasi dan focus group discussion (FGD) ini dilaksanakan pada Senin (29/11) lalu di Rayz hotel UMM.

Wakil Koordinator Tim Ahli UMM, Zamzami Septiropa mengatakan,  program ini berusaha mengawasi dan memantau pelatihan-pelatihan prakerja. Hal ini terutama yang diadakan dalam ekosistem program terkait. "Dengan begitu, akan memberikan kemudahan bagi peserta untuk mengakses pelatihan serta materi yang diberikan," katanya.

Baca Juga

Jika program berjalan dengan baik, maka para peserta memperoleh wawasan serta ilmu yang diharapkan. Hal ini akan sangat bagus jika mereka juga mampu mendapatkan kompetensi maksimal. Situasi ini sesuai dengan pelatihan yang diikuti dalam program prakerja.

Kerja sama pemantauan ini telah berlangsung selama delapan bulan dan akan berlanjut hingga beberapa bulan selanjutnya. Adapun evaluasi dan diskusi kelompok terpumpun tersebut dilakukan untuk melihat seberapa jauh pemantauan yang telah dilakukan. Begitupun dengan hal-hal yang bisa diperbaiki untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Dalam prosesnya, kegiatan pemantauan dibagi dalam dua semester. Masing-masing semester memiliki tiga periode pengawasan dalam rentang waktu yang berbeda. Selama rentang waktu satu semester, tim UMM mampu menyelesaikan 200 pemantauan dari berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh mitra.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Tim Ahli Independen UMM, Nur Subeki menuturkan, UMM senantiasa hadir untuk mendukung program pemerintah. Lebih utamanya dalam rangka mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia. Hal itu juga sesuai dengan slogan UMM ‘Dari Muhammadiyah untuk Bangsa’.

Menurut Nur Subeki, UMM terus berupaya untuk bersinergi untuk memberikan jaminan kualitas materi yang ada di program prakerja. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. "Tidak hanya dari segi kuantitas saja tapi juga kualitas masing-masing individu,” jelasnya dalam pesan pers yang diterima, Kamis (9/12).

 

 

 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA