Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

...

Nestapa Barcelona

Jumat 10 Dec 2021 07:55 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Barcelona Xavi Hernandez.

Pelatih Barcelona Xavi Hernandez.

Foto: AP/Joan Monfort
Untuk pertama kali sejak 2000/2001, Barcelona gagal ke 16 besar Liga Champions.

REPUBLIKA.CO.ID, MUENCHEN -- Barcelona menyentuh titik terendah dalam dua dekade terakhir terkait catatan penampilan di Liga Champions. Dibungkam Bayern Muenchen, 0-3, pada laga pamungkas penyisihan Grup E, Kamis (9/12) dini hari WIB, La Blaugrana dipastikan mengakhiri kiprah di Liga Champions musim ini.

Dalam laga di Stadion Allianz Arena tersebut, Barcelona sama sekali tidak berkutik. Gol sundulan Thomas Mueller, gol sepakan dari luar kotak penalti Leroy Sane, dan sambaran Jamal Musiala, akhirnya menjadi penanda perbedaan kualitas antara kedua tim di laga tersebut.

Baca Juga

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Barcelona saat menghadapi Die Bayern, dengan menelan kekalahan di tiga bentrokan terakhir dan kebobolan total 14 gol serta hanya bisa mencetak dua gol. Namun, bukan lanjutan rekor buruk kontra Muenchen ini yang menjadi sumber ratapan Blaugrana dari laga ini.

Akibat kekalahan ini, Barcelona harus puas finis di peringkat ketiga klasemen akhir penyisihan Grup E. Klub asal Katalan itu hanya mampu mengoleksi tujuh poin dari enam laga hasil dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Blaugrana tertinggal satu poin dari peringkat kedua, Benfica, yang sukses membungkam Dinamo Kiev, 2-0, di laga lainnya.

Untuk pertama kalinya sejak musim 2000/2001, klub asal Katalan gagal melangkah ke babak 16 besar atau fase gugur Liga Champions. Pengoleksi empat gelar Liga Champions dalam 20 musim terakhir itu pun harus rela turun kasta ke Liga Europa pada sisa musim ini.

Terakhir kali Barcelona tampil di kasta kedua kompetisi antarklub Eropa adalah pada musim 2003/2004. Saat itu, Barca, yang finis di peringkat keenam La Liga Spanyol pada musim sebelumnya, merumput di pentas Piala UEFA sebelum akhirnya berubah format dan berganti nama menjadi Liga Europa pada 2009.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA