Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Atasi Sampah Plastik, Daur Ulang Saja Dinilai tak Cukup

Jumat 10 Dec 2021 01:57 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Sampah plastik. Ilustrasi

Sampah plastik. Ilustrasi

Foto: Huffpost
Plastik membutuhkan waktu selama 500 tahun hingga 1.000 tahun untuk terurai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masalah sampah plastik hingga saat ini masih menjadi satu persoalan yang sulit ditangani. Setidaknya, plastik membutuhkan waktu selama 500 tahun hingga 1.000 tahun untuk terurai. Untuk kesehatan sendiri, dari bahan-bahan beracun yang terkandung di dalamnya, jika masuk ke dalam tubuh dapat memicu masalah kesehatan seperti kanker, endodermis, kerusakan saraf, disrupsi endokrin, kerusakan sistem imun dan masih banyak lagi.

Berdasarkan data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menyatakan jika setiap tahun ada delapan juta ton sampah plastik se-Indonesia.

Baca Juga

Sebagai sosok yang ikut peduli pada kemasan ramah lingkungan, Dino Johari, pendiri Custombox.id, mengatakan, pengusaha di sini juga sepantasnya memiliki kesadaran lebih pada sampah plastik.

"Produk mereka dipakai orang banyak, mereka memberikan contoh mulai dari produk yang mereka pakai atau packaging yang mereka pakai itu semua mencerminkan brand yang mereka bawa. Dengan berkembangnya pasar online, sebetulnya kita melihat lebih banyak orang aware dengan ini dan mengubah bukan hanya packaging mereka tetapi juga bahan-bahan yang dipakai dalam produk mereka menjadi bahan yang lebih eco friendly," kata dia di Jakarta, Kamis (9/12).

Jika disadari, alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan sebenarnya cukup banyak. Ia mengatakan, seperti yang dilakukan oleh perusahaan Custombox.id, yang memakai pelindung barang berbahan kertas yang kegunaannya sama dengan bubble wrapping tanpa limbah plastik.

"Sebetulnya kembali lagi dari kebutuhannya. Bahan alternatif itu ada kertas, ada juga yang sedang dikembangkan itu dari mycelium, itu bahannya dapat dari jamur, ada juga bahan natural lainnya seperti yang banyak digunakan sebagai alternatif kantong plastik itu cassava atau singkong," ujar Dino.

Dino berharap semua pihak untuk mulai beralih dari kemasan plastik ke kemasan ramah lingkungan.

"Jika mikirnya 'ah, hanya satu kantong plastik tidak akan mengubah' Kalau jutaan orang di dunia memiliki mindset ini, setiap harinya kita membuang berapa banyak sampah plastik?" kata Dino.

Sebagai pemimpin  PT Custom Box Indonesia yang menaungi brand Custombox.id, Dino berupaya membantu pemerintah dalam menangani sampah plastik dengan menghadirkan kemasan ramah lingkungan yang terbuat dari material daur ulang, mudah terurai.

"Custombox.id melakukan produksi dari daur ulang hingga menjadi kemasan siap pakai di pabrik sendiri. Untuk memotivasi sekaligus mendorong kemauan para pebisnis agar berkenan beralih ke kemasan ramah lingkungan, Custombox.id memberikan desain yang kekinian dan box yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti yang bisa dilihat di Instagram @custombox.id atau situs resmi customboxid(dor)com," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA