Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Terapi Warna Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Kamis 09 Dec 2021 22:55 WIB

Red: Nora Azizah

Warna menjadi salah satu 'asupan' bagi panca indera (Foto: ilustrasi kesehatan mental)

Warna menjadi salah satu 'asupan' bagi panca indera (Foto: ilustrasi kesehatan mental)

Foto: Pixabay
Warna menjadi salah satu 'asupan' bagi panca indera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Praktisi kesehatan holistik dan self-healing, Reza Gunawan, menjelaskan bahwa chromotherapy atau terapi warna dapat memengaruhi kesehatan mental, emosional, hingga kualitas istirahat yang juga akan berdampak pada kesehatan fisik. Menurut Reza, terapi warna merupakan salah satu upaya untuk memberikan asupan kepada panca indera, yakni mata sebagai reseptor cahaya, agar seseorang bisa mendapatkan kesehatan lahir dan batin secara mandiri.

"Panca indera ini pintu gerbang menuju batin. Maka, kalau kita tidak jaga apa yang kita konsumsi melalui panca indera kita, dia juga akan mempengaruhi kesehatan dan mood kita, terutama secara mental dan emosional," kata dia saat diskusi daring, Kamis (9/12).

Baca Juga

Dia mengatakan, terapi warna bisa terjadi melalui dua jalur, yaitu dari luar ke dalam tubuh dan dari dalam ke luar tubuh. "Pertama, dari luar ke dalam. Jadi kalau kita melihat pemandangan yang indah, setiap warna seolah-olah memberikan perasaan atau mood tersendiri," ujar Reza.

Pada umumnya, lanjut Reza, pengaruh dari jalur tersebut akan dirasakan secara sadar saat pertama kali melihat warna tersebut. "Setelah itu tidak sadar. Artinya, warna apa pun yang kita pakai di rumah, waktu baru dicat kita nikmati secara sadar. Tapi lama-lama kita tidak sadar karena sudah diterjemahkan oleh otak sebagai sesuatu yang biasa," imbuh dia.

Sedangkan jalur kedua yakni dari dalam ke luar tubuh, kata Reza, merupakan saat seseorang melatih kepekaan batin melalui panca indera untuk kembali mengenalnya sebagai sesuatu yang baru.

"Di sini, latihan-latihan kontemplatif atau mindfulness bisa membantu kita. Istirahatkan panca indera kita. Jangankan meditasi, tapi sekadar memejamkan mata dan hening sejenak, ketika membuka mata maka seolah-olah di sekitar kita jadi lebih cerah," kata Reza.

"Jadi, kita harus senantiasa memperbarui stimulasi yang panca indera kita terima sehingga kita bisa lebih mengapresiasi keindahan yang ada di lingkungan kita," lanjutnya.

Melihat pengaruh yang besar antara terapi warna dengan kondisi mental dan fisik seseorang, Reza menyarankan untuk memilih warna yang tepat sebagai dekorasi ruangan. Setiap warna, kata dia, tentu akan memberikan pengaruh yang berbeda pula. 

Salah satu warna yang memberikan efek positif, menurut Reza, adalah warna biru karena memiliki kecenderungan untuk menenangkan, meredakan gelisah, memicu respon relaksasi, dan meningkatkan fokus. Oleh karena itu, warna biru juga sering digunakan untuk terapi perilaku.

"Selain itu, warna biru juga simbol kelapangan, suasana cerah, batin teduh, damai, dan nyaman," pungkasnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA