Kamis 09 Dec 2021 22:00 WIB

Produk Unggulan UMKM Tampil Dalam Pertemuan G20

Keberpihakan G20 ditransformasikan jadi momentum nyata digitalisasi UMKM.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
G20 Presidency of Indonesia. Kemenkop UKM menampilkan produk-produk unggulan UMKM dalan 1st G20 Sherpa Meeting.
Foto: g20-indonesia.id
G20 Presidency of Indonesia. Kemenkop UKM menampilkan produk-produk unggulan UMKM dalan 1st G20 Sherpa Meeting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) turut berpartisipasi pada rangkaian kegiatan visit Sherpa di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) yang berlangsung pada 8 Desember 2021. Agenda itu sebagai rangkaian 1st G20 Sherpa Meeting. 

1st G20 Sherpa Meeting merupakan pertemuan pertama dan pembuka dari seluruh rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia. Acara diselenggarakan di Jakarta pada 7 sampai 8 Desember 2021. 

Baca Juga

Partisipasi Kemenkop dalam kegiatan tersebut, dengan menampilkan produk-produk unggulan UMKM dan video profil bertemakan Modern Cooperatives and the Future of MSMEs. "Hal itu sebagai bukti komitmen Kemenkop dalam mendukung digitalisasi, sebagai implementasi industri 4.0," kata Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kemenkop UKM Henra Saragih dalam keterangannya, Kamis (9/12).

Guna mengoptimalisasi manfaat Visit Sherpa G20 sebagai wadah eksposure, serta memperluas jejaring kemitraan dan perluasan pasar produk koperasi dan UMKM unggulan, Kemenkop UKM berupaya terus adaptif dan melakukan inovasi dalam berbagai program dan kebijakan dalam menjawab tantangan global. "Strateginya dengan melakukan perubahan-perubahan yang berorientasi pada kepentingan publik, serta akan terus mengawal digitalisasi koperasi dan UMKM dan mensukseskan Presidensi G20 Indonesia," kata Henra.

Sejalan dengan kondisi saat ini, Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema Recover Together, Recover Stronger atau Pulih Bersama. Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung tiga topik utama. Yaitu Pertama; Arsitektur Kesehatan Global; sebuah upaya Indonesia memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong ASEAN, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.

Kedua; Transformasi Berbasis Digital; dalam rangka membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital, serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru. Ketiga; Transisi Energi; memperluas akses terhadap teknologi menuju energi bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Tidak hanya itu, Presidensi G20 Indonesia  pada tahun 2022 akan berpotensi memberi manfaat bagi perekonomian Indonesia. Baik secara langsung, terhadap sektor jasa, perhotelan, transportasi, UMKM, maupun secara tidak langsung melalui dampak terhadap persepsi investor dan pelaku ekonomi. 

Selama masa pandemi terjadi peningkatan UMKM yang telah memasuki ekosistem digital yaitu sebanyak 25,6 persen UMKM atau sekitar 16,4 juta pelaku. Sebanyak 54 persennya adalah UMKM perempuan dan sebanyak 245 koperasi telah mengadopsi teknologi digital.

"Oleh karena itu, keberpihakan G20 harus mampu kita transformasikan menjadi momentum nyata bagi digitalisasi UMKM dan pemberdayaan perempuan," ujar Henra.

Menurut dia, momentum tersebut seyogyanya diikuti dengan peningkatan pembangunan infrastruktur digital dan kerja sama teknologi, perluasan konektivitas digital secara inklusif, serta peningkatkan literasi digital pelaku UMKM.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement