Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Makna Boikot Olimpiade Beijing: Melukai Harga Diri China

Kamis 09 Dec 2021 11:59 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Cai Qi, Sekretaris Partai Komunis Beijing dan Presiden Komite Penyelenggara Beijing 2022, memegang obor dengan Api Olimpiade pada upacara penyambutan api untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 di Beijing, Cina, 20 Oktober 2021. Boikot diplomatik oleh AS dan sekutunya di Olimpiade Beijing bertujuan melukai China.

Foto:
Boikot diplomatik oleh AS dan sekutunya di Olimpiade Beijing bertujuan melukai China

Ketika itu ribuan atlet absen bertanding di Olimpiade empat dekade lalu. Sedangkan Olimpiade Musim Dingin Beijing hanya berupa boikot diplomatik sehingga para atlet akan tetap bertanding.

Boikot ini hanya menempatkan anggota parlemen senior dan pejabat diplomatik tidak hadir ketika upacara pembukaan diadakan pada 4 Februari. Terlebih lagi tidak ada kewajiban diplomatik bagi kepala negara untuk menghadiri Olimpiade dan Olimpiade Musim Dingin.

Hanya saja, ajang olahraga ini sering kali menjadi pesta sekutu lama atau membangun aliansi dengan teman baru yang potensial. Presiden AS George W. Bush saat itu pergi ke Beijing untuk pembukaan Olimpiade Musim Panas 2008 yang seharusnya menjadi pesta untuk menyambut China. Pada Juli, ibu negara AS Jill Biden memimpin kontingen Amerika ke Olimpiade Musim Panas di Tokyo.

Pergi ke pertandingan Olimpiade juga dapat menimbulkan masalah diplomatik. Contohnya saat Wakil Presiden AS Mike Pence hadir dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan. Pence mendapati dirinya dalam situasi canggung duduk di dekat delegasi Korea Utara pada upacara pembukaan di Pyeongchang.

Baca juga: Kekhawatiran Gagal Bayar Utang Pengembang Properti China Meningkat

Meski gelombang boikot ini menarik beberapa negara, reaksi China beragam dengan menyatakan tidak terganggu sama sekali hingga jelas sangat terganggu. Pengumuman AS mendorong Kedutaan Besar (Kedubes) China di Washington menyatakan tidak peduli.

"Faktanya, tidak ada yang akan peduli apakah orang-orang ini datang atau tidak, dan itu tidak berdampak apa pun pada #Beijing2022 agar berhasil diadakan," ujar Kedubes China di Washington.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan AS ikut campur karena prasangka ideologis dan berdasarkan kebohongan dan rumor. Sedangkan keputusan Australia, menurut surat kabar dikelola pemerintah China Global Times, dinilai tidak dewasa, arogan, dan bodoh karena mengikuti AS. "Negara-negara dengan rasionalitas akan memikirkan kepentingan rakyatnya sendiri daripada bekerja sama dengan aksi sia-sia AS," ujarnya.

China pun mungkin tidak akan tinggal diam di masa depan dengan sikap negara yang menyatakan boikot diplomatik. AS dan Australia akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas, pada 2028 di Los Angeles dan 2032 di Brisbane. Pejabat Olimpiade AS kemungkinan juga akan mencari dukungan IOC untuk menggelar Olimpiade Musim Dingin lagi di Salt Lake City, yang juga menjadi tuan rumah 2002.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA