Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Israel Serang Pelabuhan Lattakia, Tuding Rute Pasokan Senjata Iran

Rabu 08 Dec 2021 20:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah

Israel secara ilegal menyerang Pelabuhan Lattakia Suriah. Ilustrasi serangan Israel

Israel secara ilegal menyerang Pelabuhan Lattakia Suriah. Ilustrasi serangan Israel

Foto: EPA-EFE/ABIR SULTAN
Israel secara ilegal menyerang Pelabuhan Lattakia Suriah

REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV— Surat kabar Israel, Yediot Aharonot, melaporkan Israel menyerang Pelabuhan Lattakia, Suriah untuk memotong penyeludupan senjata yang dilakukan Iran. 

 

Baca Juga

Yediot Aharonot yakin serangan terhadap kapal Iran yang berisi sistem pertahanan udara itu sebagai peringatan untuk rezim Bashar al-Assad. 

 

Kemungkinan besar penyelundupan yang dilakukan Iran tanpa sepengetahuan Assad. Dikutip dari The Syrian Observer, Rabu (8/12) pengamat militer Ron Ben Yishai menulis di Yediot Aharonot, serangan tersebut disebabkan operasi penyelundupan Iran. 

 

"Ini pertama kalinya Israel menyerang pelabuhan Lattakia, pelabuhan utama Suriah yang menjadi tulang punggung ekonomi rezim Assad serta 'inkubator sektariannya'," tulis Ben Yishai. 

 

Pakar militer Israel itu menambahkan serangan tersebut sebagai pesan peringatan pada rezim Assad. Israel ingin menyatakan mereka tidak akan ragu atau menahan diri menyerang pelabuhan Lattakia yang merupakan nadi ekonomi dan militer Suriah bila rezim Assad terus mengizinkan Iran menyelundupkan senjata dan peralatan militer ke perbatasan Suriah-Israel.

"(Israel) tidak akan berhenti sedetik pun dalam (memerangi) pasukan penghancur," kata Perdana Menteri Israel Naftali Bennett beberapa jam usai serangan ke pelabuhan Lattakia digelar. 

 

Pasukan penghancur yang dimaksudkan Bennett merupakan militer Iran di Suriah. Menurut Ben Yishai serangan tersebut mengincar sistem pertahanan udara yang Iran coba selundupkan ke rezim Assad. 

 

Senjata tersebut digunakan untuk melindungi pangkalan Suriah dari serangan udara Israel. 

Ben Yishai mengindikasi pengiriman senjata itu berdasarkan kesepakatan pertahanan Teheran-Damaskus yang ditandatangani dua tahun yang lalu. Ia mengklaim Iran menipu rezim Assad dan menyelundupkan senjata tanpa sepengetahuannya. 

 

Israel memperkirakan Assad tidak tahu Iran menyelundupkan senjata anti-pesawat tempur dan senjata-senjata lain melalui kontainer-kontainer komoditas komersial di pelabuhan Lattakia. 

 

Ben Yishai mengatakan Iran mencoba mengeksploitasi situasi yang saat ini ketika mereka kembali pada perundingan nuklir di Wina. 

 

Ben Yishai yakin Iran akan terus menyelundupkan rudal presisi tinggi dan perangkat rudal lainnya ke Hizbullah di Lebanon. Serta milisi-milisi pro-Iran yang beroperasi di Suriah. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA