Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

PPKM Dibatalkan, Okupansi Hotel di DIY Diprediksi Meningkat

Rabu 08 Dec 2021 19:42 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Friska Yolandha

Poster tanda sudah vaksin Covid-19 terpasang pada bagian depan hotel di Yogyakarta, Ahad (12/9). Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY menyebut, reservasi hotel untuk masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 sudah mencapai 60 persen.

Poster tanda sudah vaksin Covid-19 terpasang pada bagian depan hotel di Yogyakarta, Ahad (12/9). Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY menyebut, reservasi hotel untuk masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 sudah mencapai 60 persen.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pemerintah diharapkan tidak melakukan perubahan kebijakan secara mendadak.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY menyebut, reservasi hotel untuk masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 sudah mencapai 60 persen. Sebagian besar yang sudah melakukan reservasi merupakan wisatawan keluarga.

"Wisatawan masih didominasi oleh wisatawan keluarga, dan reservasi yang sudah ada saat ini untuk periode 22 Desember (2021) sampai 2 Januari (2022)," kata Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono kepada Republika.co.id melalui sambungan telepon, Rabu (8/12).

Baca Juga

Deddy menyebut, sebagian besar reservasi merupakan wisatawan yang berasal dari luar DIY. Reservasi paling tinggi merupakan wisatawan dari Jawa Timur, disusul wisatawan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Palembang.

Deddy berharap agar mendekati Nataru nanti reservasi terus meningkat. Hal ini juga perlu didukung dengan komitmen pemerintah untuk tidak merubah kebijakan secara mendadak sebelum Nataru, terlebih penerapan PPKM level 3 secara merata di Indonesia selama masa Nataru juga sudah dibatalkan.

Sebab, kata Deddy, perubahan kebijakan secara mendadak akan berdampak pada pembatalan reservasi oleh wisatawan seperti yang terjadi pada tahun lalu. Meskipun saat ini sudah ada penundaan reservasi hotel oleh wisatawan, namun angkanya tidak terlalu besar.

"Ada penundaan tapi tidak besar, (dari reservasi yang mencapai 60 persen) menjadi 58,8 persen yang masih bertahan dan kita berharap tamu tanpa reservasi yang datang langsung ke hotel nantinya meningkat (di masa Nataru)," ujar Deddy.

Sementara itu, tingkat hunian (okupansi) hotel di DIY saat ini juga sudah mulai meningkat. Terutama sejak turunnya level PPKM menjadi level 2.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA