Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Apakah Serangan Anti-Muslim di Masyarakat India Kini Menjadi Norma?

Kamis 09 Dec 2021 05:10 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Apakah Serangan Anti-Muslim di Masyarakat India Kini Menjadi Norma? Seorang prajurit paramiliter berpatroli melewati sebuah toko yang terbakar di desa Rowa, sekitar 220 kilometer dari Agartala, di negara bagian Tripura, India, Rabu, 27 Oktober 2021. Ketegangan tinggi di beberapa bagian negara bagian Tripura pada Jumat setelah serangkaian serangan terhadap minoritas Muslim. Serangan itu sebagai pembalasan atas kekerasan terhadap umat Hindu di perbatasan Bangladesh awal bulan ini. Polisi mengatakan setidaknya satu masjid, beberapa toko dan rumah milik Muslim dirusak sejak Selasa. 

Foto:
Insiden kekerasan komunal berintensitas rendah telah merajalela di India.

Wahab menambahkan, meningkatnya insiden kebencian agama akan memiliki konsekuensi yang berbahaya dan memperdalam celah dalam masyarakat India jika tidak ditangani. "Jika hal seperti ini terus terjadi, jarak antara komunitas hanya tumbuh, informasi yang salah hanya akan meningkat. Kita pada dasarnya menciptakan masyarakat yang sangat retak dan akan memakan waktu lama untuk menjembatani kesenjangan ini," kata Wahab.

Sementara itu, bentuk 'othering (yang lain)' terkait agama meningkat di bawah partai yang berkuasa. Seorang profesor ilmu politik di Universitas Delhi Tanvir Aeijaz mengatakan kekerasan komunal intensitas rendah dapat melacak akarnya kembali ke Pemisahan India pada 1947.

"Di India, kekerasan komunal intensitas rendah ini adalah arus bawah sejak Pemisahan. Muslim di India hidup di bawah kesalahan pemisahan yang seharusnya tidak terjadi karena Muslim yang tinggal di India tidak pernah meminta pemisahan. Hanya beberapa politisi di tingkat atas yang merundingkan hal-hal ini," kata Aeijaz kepada DW.

Menurut Aeijaz, bagian dari relijiusitas di India adalah "othering (yang lain)" dari komunitas religius. Tetapi proses ini semakin intensif dengan berkuasanya Partai Bharatiya Janata (BJP) dari nasionalis Hindu. Dia menambahkan pers India telah mengungkap konflik berlarut-larut dan berintensitas rendah cukup terlihat di wajah masyarakat sipil India. Menurutnya, seluruh definisi diri itu sebagian besar terjadi pada garis etnis dan agama.

Baca juga : Prancis Salah Tangkap Pria yang Diduga Bunuh Khashoggi

"Dan kemudian masalahnya adalah 'kita' versus 'mereka'. Ada konfrontasi budaya/agama. Ada agresivitas agama," kata Aeijaz kepada DW.

Profesor Universitas Delhi Aeijaz ini menyerukan akuntabilitas yang lebih kuat di dalam lembaga-lembaga India. "Saya melihat lembaga negara menjadi sangat lemah, terutama kepolisian, lembaga hukum dan ketertiban. Mereka harus menjalankan tugasnya," kata Aeijaz.

https://www.dw.com/en/india-are-anti-muslim-attacks-becoming-the-norm/a-60046964

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA