Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Inter Dua Kali Dibekuk Madrid, Inzaghi Menyesal

Rabu 08 Dec 2021 09:07 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pelatih kepala Inter Milan Simone Inzaghi menyesali kegagalan timnya mencetak gol saat melawan Real Madrid sehingga kalah 0-2 di Liga Champions.

Pelatih kepala Inter Milan Simone Inzaghi menyesali kegagalan timnya mencetak gol saat melawan Real Madrid sehingga kalah 0-2 di Liga Champions.

Foto: AP/Luca Bruno
Inter Milan menguasai permainan, tapi tak bisa mencetak gol hingga dikalahkan Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Simone Inzaghi meninggalkan Estadio Santiago Bernabeu dengan banyak penyesalan. Sebab tim asuhannya Inter Milan kembali menelan kekalahan dari Real Madrid, kali ini dengan skor 0-2 dalam laga terakhir Grup D Liga Champions, Rabu (8/12) dini hari WIB.

Keduanya telah lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Nerazzurri membutuhkan kemenangan untuk menggeser Madrid di posisi teratas grup, tapi gagal. Hasil laga tersebut berarti Inter tidak diunggulkan dalam undian babak gugur.

Baca Juga

“Ada banyak penyesalan, terutama karena kami melakukannya dengan baik di babak pertama, menunjukkan karakter, menciptakan beberapa peluang dan statistik menguntungkan kami. Namun kami tertinggal satu gol di babak pertama,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia, dikutip Football Italia.

Menurut dia, hasil itu tidak mencerminkan permainan di lapangan. Inzaghi mengatakan, jelas ia menginginkan hasil yang berbeda, tetapi ia percaya pengalaman ini pasti akan membantu timnya pada masa depan.

Pemain Inter Nicolo Barella mendapat kartu merah pada menit ke-64 karena reaksinya melanggar Eder Militao hingga ke papan iklan.

“Barella membuat kesalahan serius, tetapi dia cerdas, dia menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada staf, rekan satu timnya, semua orang.  Pertandingan masih terbuka di 1-0, itu akan membantunya untuk tumbuh dan mudah-mudahan ini berarti itu tidak akan terjadi lagi," kata Inzaghi.

Kekalahan ini tidak berbeda dengan hasil leg pertama di Giuseppe Meazza, di mana Inter mendominasi dengan beberapa peluang besar, tapi gagal mencetak gol sehingga kalah 0-1. Di mata mantan pelatih Lazio ini, timnya sudah menciptakan banyak peluang mencetak gol dan situasi positif. Sayangnya, yang kurang dari pasukannya hanya penyelesaian akhir sempurna. Inter tidak mencetak gol, dan menurutnya itu kekurangan yang nyata.

“Tanpa diragukan lagi, hal terpenting adalah lolos ke babak 16 besar dan kami mencapainya dengan satu pertandingan di tangan. Kami akan melihat hasil besok. Ada beberapa tim yang sangat kuat dalam undian dan yang penting akan mencapai fase itu dalam kondisi fisik yang baik," kata dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA