Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Ilmuwan Ingatkan Pandemi Selanjutnya Bisa Lebih Buruk

Rabu 08 Dec 2021 02:25 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Ilmuwan Ingatkan Pandemi Selanjutnya Bisa Lebih Buruk. Orang-orang yang memakai masker wajah untuk melindungi diri dari virus corona tiba di stasiun kereta Gare de Lyon di Paris, Senin 29 November 2021.

Foto:
Pandemi berikutnya bisa dicegah dengan lebih banyak dana untuk penelitian.

Saat ini, sekitar 45 negara di dunia melaporkan adanya varian Omicron. Artinya, penyebarannya cukup cepat sejak dilaporkan kemunculannya pada 24 November tahun ini.

Sejak 26 November 2021 varian omicron masuk dalam Variant of Concern (VoC). Ia mengingatkan, kelompok lansia berpotensi paling terkena dampak terhadap varian omicron seperti yang terjadi di Jerman. Maka itu, Nadia mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan kelompok lansia untuk mendapatkan vaksin booster.

Biostatistika Epidemiologi FKM Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan hingga hari ini belum diketahui pasti karakteristik virus Corona B.1.1.529 atau varian Omicron. "Sampai hari ini WHO belum tahu persis. Apakah lebih berbahaya dari Delta, lebih menular, atau mematikan, belum tahu persis. Tapi apapun itu jangan sampai masuk ke Indonesia," katanya.

Namun, cara penularan varian Omicron sama dengan varian virus corona lainnya. Maka itu, cara pencegahannya pun sama.

"Kalau kita tidak ingin terjadi mutasi baru maka lakukan protokol kesehatan. Selama masih ada penularan maka risiko mutasi akan muncul. Maka jangan biarkan virus bertransmisi," tuturnya.

https://www.nzherald.co.nz/world/covid-19-delta-outbreak-scientist-behind-uk-vaccine-says-next-pandemic-may-be-worse/VXFZHW2ORQFAFYAHWFQLU7AE2A/

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA