Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Menlu AS dan Malala Yousafzai Bahas Hak Wanita Afghanistan

Selasa 07 Dec 2021 11:59 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Malala Yousufzai

Malala Yousufzai

Foto: EPA
Pendidikan anak perempuan adalah alat ampuh untuk membawa perdamaian dan keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken bertemu dengan ikon hak-hak perempuan, Malala Yousafzai di Washington DC pada Senin (6/12). Dalam pertemuan tersebut, Yousafzai membicarakan tentang hak anak perempuan Afghanistan untuk mengenyam pendidikan.

"Anda telah menyebutkan bahwa kami di sini untuk berbicara tentang kesetaraan dalam pendidikan anak perempuan, tetapi kami tahu bahwa Afghanistan  saat ini adalah satu-satunya negara di mana anak perempuan tidak memiliki akses ke pendidikan menengah," ujar Yousafzai seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (7/12).

Baca Juga

Taliban telah mengambilalih Afghanistan pada Agustus lalu. Kepemimpinan Taliban berjanji akan memenuhi hak-hak perempuan dan anak perempuan dalam pendidikan serta pekerjaan.

Namun kenyataannya, Taliban melarang siswi perempuan sekolah menengah kembali ke kelas, dan meminta karyawan perempuan untuk tinggal di rumah hingga situasi kondusif. Hal ini telah menjadi sorotan komunitas internasional.

Ketika Taliban menguasai Afghanistan periode 1996-2001, mereka menerapkan hukum Islam yang cukup keras. Salah satunya adalah melarang perempuan untuk mengakses pendidikan dan pekerjaan.

Kemudian, saat AS melakukan invasi militer dan mendukung pemerintahan Afghanistan selama 20 tahun, kaum perempuan dapat mengakses pendidikan dan pekerjaan dengan mudah. Bahkan, beberapa perempuan terjun ke dunia politik.

Dalam pertemuan dengan Blinken, Yousafzai membacakan surat yang dia terima dari seorang gadis Afghanistan berusia 15 tahun. Dalam surat tersebut, gadis itu mengungkapkan pentingnya anak perempuan mengakses pendidikan untuk kemajuan perdamaian suatu negara

"Pendidikan anak perempuan adalah alat yang ampuh untuk membawa perdamaian dan keamanan. Jika anak perempuan tidak belajar, Afghanistan juga akan menderita. Sebagai anak perempuan dan manusia, saya ingin Anda tahu bahwa saya memiliki hak. Perempuan dan anak perempuan memiliki hak. Orang Afghanistan memiliki hak untuk hidup damai, bersekolah dan bermain," ujar Yousafzai, mengutip isi surat dari seorang gadis Afghanistan tersebut.

Yousafzai berharap AS bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan untuk memastikan bahwa anak perempuan Afghanistan diizinkan untuk kembali ke sekolah. Termasuk mengizinkan perempuan kembali bekerja, dan membuka akses  bantuan kemanusiaan yang diperlukan untuk pendidikan.  

Sementara itu, Blinken menyebut Yousafzai sebagai inspirasi bagi anak perempuan dan perempuan di seluruh dunia. Blinken akan memberikan surat yang ditulis oleh gadis Afghanistan itu kepada Presiden Joe Biden.

Pada Oktober, Blinken mengumumkan bahwa AS memberikan dana senilai 144 juta dolar AS dalam bentuk bantuan ke Afghanistan. Tetapi sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan kemanusiaan.  Blinken mengatakan, uang itu akan bermanfaat bagi rakyat Afghanistan dan bukan Taliban.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA