Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Thursday, 24 Jumadil Akhir 1443 / 27 January 2022

Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Lombok Timur dan Lombok Barat

Selasa 07 Dec 2021 03:26 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Nashih Nashrullah

Sejumlah warga membawa barang-barangnya saat terjadi banjir di Perumahan Bhayangkara Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/12/2021). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah pulau Lombok sejak Minggu (5/12) hingga Senin (6/12) menyebabkan terjadinya luapan sungai yang merendam sejumlah desa di tiga kecamatan di Lombok Barat yakni Kecamatan Sekotong, Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gunungsari.

Sejumlah warga membawa barang-barangnya saat terjadi banjir di Perumahan Bhayangkara Ranjok, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/12/2021). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah pulau Lombok sejak Minggu (5/12) hingga Senin (6/12) menyebabkan terjadinya luapan sungai yang merendam sejumlah desa di tiga kecamatan di Lombok Barat yakni Kecamatan Sekotong, Kecamatan Batulayar dan Kecamatan Gunungsari.

Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Cuaca ekstrem di Lombok Timur dan Lombok Barat kerap terjadi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 404 KK terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Lombok Barat,  Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin pagi (6/12) pukul 07.00 waktu setempat. Sehari sebelumnya, banjir juga menerjang Lombok Timur.   

"Cuaca ekstrem memicu hujan lebat yang mengguyur wilayah Lombok Barat. Sehingga, ini menyebabkan banjir di Desa Ranjok, Kecamatan Gunung Sari," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (6/12).

Baca Juga

Saat ini, dia menambahkan, air masih menggenangi desa tersebut dengan tinggi muka air berkisar 50 – 100 sentimeter (cm). 

Dia mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat melaporkan banjir tidak mengalami gangguan, seperti di sektor ekonomi, pendidikan dan komunikasi. 

Menyikapi kondisi ini, tim reaksi cepat (TRC) telah melakukan pendataan, koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, serta patroli untuk memantau kondisi warga yang terkena dampak banjir. 

Melihat kondisi cuaca di wilayah NTB, kata dia, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi. 

Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (6/12) sampai dengan Selasa, (7/12), wilayah NTB perlu diwaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang. 

Beberapa wilayah di NTB tersebut antara lain Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Kota Bima, dan Dompu. Masyarakat di wilayah-wilayah ini perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan, khususnya pada siang hingga malam, terhadap potensi cuaca ekstrem. 

Di samping itu, mereka juga diimbau untuk memperhatikan kondisi perairan atau gelombang laut yang dapat mencapai 2 m atau lebih di Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan utara Sumbawa, Samudra Hindia selatan NTB dan Selat Sape bagian selatan. 

"Pada analisis kajian bahaya inaRISK, wilayah Kabupaten Lombok Barat memililki 10 kecamatan yang berpotensi terhadap bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Salah satu wilayah tersebut yaitu Kecamatan Gunung Sari yang saat ini terlanda banjir," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya banjir menerjang wilayah NTB lainnya yaitu di tiga kecamatan, Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah desa yang tersebar di tiga daerah tersebut antara lain Kecamatan Keruan (Desa Ketapang Raya), Kecamatan Jerowaru (Desa Batu Nampar Selatan) dan Kecamatan Pringga Baya (Desa Gunung Malang dan Kerumut).

Banjir terjadi pada Ahad (5/12) pukul 15.00 waktu setempat setelah hujan lebat mengguyur wilayah ini. Pada sebagian wilayah, khususnya Kecamatan Keruan, genangan juga disebabkan terjadinya pasang naik sehingga banjir rob tidak dapat dihindari. 

Dia mengutip keterangan BPBD Kabupaten Lombok Timur menginformasikan tak hanya curah hujan yang lebat dan pasang naik, tetap juga drainase yang tersumbat sampah dan tidak mampu menampung debit air.  

"Tercatat 94 KK warga desa terdampak banjir di tiga kecamatan tersebut, sedangkan 94 rumah terendam banjir," ujarnya.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa atau pun warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Dampak lainnya yaitu akses jalan dari Kerumut menuju Kor terputus. Informasi pada pukul 09.00 pagi tadi, dia melanjutkan, BPBD setempat menginformasikan bahwa kawasan pesisir masih terpantau adana kenaikan banjir rob. 

"Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Lombok Timur bersama aparat desa setempat membersihkan drainase yang tersumbat dan sampah di wilayah-wilayah yang banjirnya telah surut," ujarnya.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA