Selasa 07 Dec 2021 03:50 WIB

Harimau Kembali Muncul di Permukiman Warga Agam

BKSDA segera melakukan penelurusan terkait harimau yang muncul ke permukiman warga.

Seekor anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) terperangkap dalam kerangkeng yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di hutan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Ahad (15/4).
Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Seekor anak harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) terperangkap dalam kerangkeng yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar di hutan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Ahad (15/4).

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali muncul di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Selareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Senin (6/12). Harimau tersebut bahkan sempat mengejar lima ekor sapi milik warga setempat.

Pemilik sapi, Doni (19 tahun) mengatakan kejadian itu diketahui saat ia hendak melihat sapi di kadang dengan jarak 100 meter dari rumahnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga

"Sesampai di kandang, saya tidak menemukan dua ekor sapi milik saya beserta tiga ekor sapi milik Bibi atas nama Zara (35)," katanya. 

Di sekitar kandang hanya menemukan jejak kaki harimau. Setelah itu, ia mencari keberadaan ke lima ekor sapi di sekitar, namun tidak kunjung ditemukan.

Karena tidak kunjung ditemukan, ia mencari di sekitar perbukitan dengan jarak 300 meter dari kandang. "Kelima ekor sapi itu saya temukan dan langsung saya bawa ke rumah. Saat ini sapi itu saya kandangkan di halaman rumah," katanya.

Ia menambahkan, sapi tersebut tidak diikat di kandang, sehingga saat harimau menyerang ternak, langsung melarikan diri ke lokasi lebih aman. Lokasi kandangnya tidak jauh dari lokasi dua ekor sapi yang dimangsa harimau pada Selasa (30/11) dan hanya berjarak sekitar 300 meter.

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra menambahkan pihaknya mendapatkan konflik manusia dengan satwa berupa harimau pada Senin malam. "Kami akan turun ke lokasi untuk melakukan penanganan pada Selasa (7/12) pagi untuk memastikan apakah satwa yang muncul saat ini sama dengan individu beberapa hari sebelumnya, dan tidak tertutup kemungkinan bakal dilakukan upaya evakuasi dengan memasang kandang jebak, mengingat upaya pengusiran telah kita lakukan selama empat hari," katanya.

Sebelumnya, Tim KSDA Agam telah menangani konflik manusia dengan harimau dengan cara memasang dua kamera jebakan di lokasi dua ekor sapi milik Rano (38) dimangsa harimau. Setelah itu, Tim Resor KSDA Agam beserta masyarakat setempat melakukan pengusiran harimau pada malam hari.

"Setelah dilakukan pengusiran selama tiga hari, satwa sudah mengarah ke kawasan hutan lindung Agam yang berbatasan dengan Pasaman," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement