Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Mendorong Percepatan Vaksinasi Covid Anak

Senin 06 Dec 2021 21:07 WIB

Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dari Sinovac kepada seorang anak saat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Sakit Adam Malik, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/11/2021). Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin Coronavac dari Sinovac dan vaksin dari Bio Farma untuk vaksinasi kepada anak usia 6 -11 tahun.

Foto:
Penelitian mengenai vaksin Covid untuk anak masih terus berjalan.

Selain percepatan vaksinasi bagi anak-anak, lanjutnya, Presiden juga meminta agar pelaksanaan vaksinasi booster terus dipersiapkan agar pada Januari 2022 dapat dilakukan penyuntikan. Pelaksanaan vaksinasi booster tersebut akan diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan.

"Jadi kami sedang akan memfinalkan terkait dengan vaksin berbasis PBI dan juga vaksin non-PBI," ujar Airlangga. Saat ini, varian Omicron telah terdeteksi di 45 negara yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta adanya genome sequencing, membatasi kegiatan masyarakat, dan menyegerakan pelaksanaan vaksin untuk masyarakat rentan.

Saat ini distribusi vaksin ke seluruh Indonesia masih terus dilakukan. "Pemerintah bersama Bio Farma tidak pernah lelah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan sekaligus Juru Bicara COVID-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto, Senin (6/12).

Bambang memaparkan total vaksin yang terdistribusi sejak Januari 2021 hingga Ahad (5/12) mencapai 272.780.613 dosis. Jumlah tersebut terdiri dari vaksin CoronaVac 1 dosis sebanyak 3.000.000 dosis, vaksin Covid-19 Bio Farma sebanyak 122.491.510 dosis, CoronaVac 2 dosis berjumlah 50.000.000 dosis, Coronavax 1 dosis (hibah Covax) berjumlah 10.773.200 dosis, CoronaVac (Hibah China) 2 dosis berjumlah 1.999.376 dosis, Coronavac B2B 2 dosis vial sebanyak 31.466.996, dan Astra Zeneca (Covax, B2B, Hibah) berjumlah 37.244.714 dosis.

Selain itu, telah terdistribusi pula vaksin Moderna Covax berjumlah 8.000.160 dosis, Moderna Covax berjumlah 979.000 dosis, Sinopharm (hibah EUA) sebanyak 749.502 dosis, Sinopharm RC (hibah China) 2 dosis sebanyak 200.000 dosis, Janssen berjumlah 497.395 dosis, dan Pfizer Covax berjumlah 5.378.760 dosis.

"Total Vaksin Covid-19 yang didistribuisi oleh Bio Farma 5 Desember 2021 sebanyak 7.226.564. Pemerintah pastikan distribusi vaksin Covid-19 merata dan menjangkau ke seluruh wilayah," ujar Bambang.

Dia juga memastikan, pemerintah terus mengoptimalkan percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, khususnya agar bisa menjangkau masyarakat terpencil dan terluar. Hal itu, kata Bambang, dapat tercapai karena Indonesia sudah berpengalaman dalam mendistribusikan imunisasi hingga ke desa terpencil.

“Meski demikian, distribusi vaksin ke pedalaman bukanlah hal yang mudah. Kualitas vaksin harus dipastikan tetap terjaga agar bisa digunakan. Tempat penyimpanan misalnya, harus dipastikan dingin dan dijaga oleh tenaga kesehatan demi kualitas vaksin," kata Bambang.

Bambang berharap, pemerintah daerah, terutama yang capaian vaksinasinya masih rendah, dapat mempercepat dan memperluas program vaksinasi terutama untuk kelompok masyarakat rentan seperti kelompok lansia. Dia pun mengajak agar seluruh masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi dan tidak memilih-milih vaksin. Menurutnya, semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman karena telah mendapatkan Persetujuan Penggunaan dalam Kondisi Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).

photo
Vaksinasi Covid-19 anak usia 5-11 tahun. - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA