Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Elektabilitas Tinggi, Ganjar-Erick Berpeluang Diusung Nasdem

Selasa 07 Dec 2021 05:15 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro, Fauziah Mursid/ Red: Mas Alamil Huda

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada penyerahan bantuan alat kesehatan (alkes) bantuan BUMN kepada Pemprov Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pasangan Ganjar-Erick unggul dalam survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada penyerahan bantuan alat kesehatan (alkes) bantuan BUMN kepada Pemprov Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Pasangan Ganjar-Erick unggul dalam survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia.

Foto: dok. Istimewa
Nasdem sangat terbuka dengan semua calon yang ada untuk diusung pada Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait simulasi tiga pasangan capres dan cawapres. Ia mengatakan, Partai Nasdem masih sangat terbuka dengan semua calon yang ada untuk diusung pada Pilpres 2024.

"Bagi kita, semua calon dan lain-lain itu semua berpeluang untuk diusung oleh Partai Nasdem, karena bagi Nasdem kan tidak punya putra mahkota untuk itu (capres-cawapres)," kata Ahmad Ali kepada Republika.co.id, Senin (6/12).

Baca Juga

Ahmad mengatakan, yang terpenting bagi Nasdem adalah para kandidat harus memberikan kontribusi yang besar untuk perbaikan bangsa. Selain itu, calon juga diharapkan bisa memberikan efek elektoral bagi Partai Nasdem. "Jadi kita indikator-indikatornya hanya pada ruang itu," ungkapnya.

Selain itu, dalam survei Indikator, nama Erick Thohir juga masuk dalam bursa cawapres. Menanggapi itu, Ahmad mengatakan, layak tidaknya Erick sebagai cawapres bukanlah Nasdem yang menilai, melainkan masyarakat.

"Sehingga kemudian saya menyarankan Pak Erick sebagai menteri ini momentum, momentum buat beliau yang hari ini dipercayakan untuk menata BUMN. Harusnya ini digunakan betul untuk memperlihatkan kemampuan diri dia dalam me-manage BUMN ini sehingga dia berkontribusi untuk bangsa. Ketika BUMN sudah kinclong dibuatnya, orang pasti akan memantaskan diri dia untuk menjadi satu alternatif pemimpin masa depan," ujarnya.

Ahmad menyarankan agar Erick Thohir untuk mendeklarasikan diri jika berniat maju menjadi capres atau cawapres pada pilpres 2024 mendatang. Sebab, saat ini semua pihak bertanya mau ke mana Erick Thohir setelah ini.

"Sehingga kemudian perlu untuk deklarasi diri tentang mau ke mana, nanti setelah Erick itu masyarakat tahu, mungkin saja orang-orang suka tapi karena orang nggak tahu dia mau jadi wapres jadi kemudian menjadi tertahan elektabilitasnya," jelasnya.

Sementara itu, terkait apakah Partai Nasdem sudah berkomunikasi dengan Erick, Ahmad mengatakan, ranah komunikasi ada di Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Namun, ia memastikan, sampai saat ini belum ada komitmen terkait siapa yang didukung oleh Partai Nasdem.

"Jadi semua terbuka. Belum ada komitmen yang dibangun oleh ketua umum untuk mencalonkan si A si B si C. Jadi kemudian kontestasi masih terbuka," ujar dia.

 

Ganjar-Erick tertinggi

Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei pasangan capres-cawapres 2024. Dari dua simulasi yang dilakukan dengan membongkar pasang capres-cawapres, Ganjar Pranowo-Erick Thohir mengungguli pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, saat ini tidak ada pasangan capres-cawapres 2024 yang paling dominan atau mengungguli pasangan calon lainnya. Dari tiga pasangan yang disimulasikan, pasangan Ganjar-Erick unggul tipis. Ganjar-Erick memperoleh 31,1 persen, Anies-Sandiaga 30,8 persen, Prabowo-Puan 28,1 persen.

"Ini kalau Ganjar sama Erik lagi-lagi juga tidak ada bedanya sangat signifikan. Artinya, ya ideal duel kalau tiga pasangan ini maju," ujar Burhanudin dalam keterangannya saat paparan survei, Ahad (5/12).

Simulasi berikutnya, jika Pilpres 2024 diikuti pasangan Anies-Erick, Ganjar-Airlangga Hartarto (Ketua Umum Golkar), serta Prabowo-Puan. Hasilnya masing-masing pasangan ini yakni Anies-Erick memperoleh 28,2 persen, Ganjar-Airlangga 28,8 persen sedangkan Prabowo-Puan 29,9 persen

"Ini betul-betul nggak tahu nih siapa (yang unggul) ini betul-betul statistically, neck to neck, kita nggak tahu lagi siapa yang unggul karena perbedaannya sangat tipis tiga pasangan ini," ujar Burhanudin.

Burhanuddin mengatakan, secara perorangan, elektabilitas atau tingkat keterpilihan Prabowo masih mengungguli Ganjar atau Anies meski selisihnya tidak lagi signifikan. Namun, semua itu bisa berubah tergantung siapa cawapres yang dipasangkan.

Indikator Politik Indonesia juga melakukan survei untuk calon wakil presiden dengan simulasi 12 nama. Peringkat tiga teratas yakni Sandiaga dengan 30,6 persen, Ridwan Kamil 13,2 persen, dan Erick Thohir 10,2 persen.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 2-6 November 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 2020 orang. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA