Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Membaca Kans MU Menjadi Juara di Bawah Rangnick

Senin 06 Dec 2021 19:02 WIB

Red: Muhammad Akbar

 Manajer Manchester United Ralf Rangnick meninggalkan lapangan saat turun minum saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris,  Ahad (5/12).

Manajer Manchester United Ralf Rangnick meninggalkan lapangan saat turun minum saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Ahad (5/12).

Foto: AP/Jon Super
Manchester United mencoba bangkit dari keterpurukan

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER --Perjalanan Liga Primer Inggris memang masih jauh. Namun, pembicaraan soal siapa yang memiliki kans paling besar untuk menjadi juara sudah cukup kencang. Hasil pertandingan akhir pekan lalu membuat situasi kian panas.

Sebab, Chelsea harus tumbang dari West Ham 3-2. Kekalahan the Blues tentu membuat peta persaingan di papan atas berubah, menyusul kemenangan yang diraih oleh Manchester City dan Liverpool.

Baca Juga

Chelsea yang selama beberapa pekan duduk di puncak klasemen digeser oleh City. Kemenangan the Reds juga membuat the Blues harus turun ke peringkat tiga klasemen. Namun, jarak poin ketiganya masih sangat berdekatan. Chelsea hanya berjarak dua poin dari City dan Liverpool ada di tengah dengan jarak masing-masing satu poin dari dua pesaingnya tersebut.

Namun, persaingan meraih gelar juga tidak hanya milik tiga klub teratas. Sebab West Ham United yang berada di peringkat 4 hanya berjarak delapan poin dari City. Tottenham, yang masih memiliki satu pertandingan di tangan, berjarak 10 poin dari the Citizens.

Jika Spurs menang atas Burnley yang sebelumnya ditunda karena salju lebat, skuad asuhan Antonio Conte itu bakal masuk ke empat besar. Namun, jika dilihat dari performa, City, sang juara bertahan, masih merupakan favorit untuk mengangkat trofi Liga Inggris. Hanya City yang mencatatkan lima kemenangan beruntun di liga.

Jika terus bermain seperti ini, dan Bernardo Silva tetap tampil brilian, mereka tidak akan memberi Liverpool dan Chelsea kesempatan untuk mengambil alih posisi puncak sebelum 2021 berakhir.

Manajer City, Pep Guardiola, mengingatkan timnya untuk tidak terlena. Apalagi, kadang-kadang tiga tim teratas ini melakukan kesalahan. Oleh karena itu, Guardiola tidak ingin hal tersebut terjadi pada timnya.

''Hari ini satu tim kehilangan poin. Pekan depan itu bisa kami atau Liverpool. Banyak hal bisa terjadi,'' kata Guardiola, dikutip dari Manchestereveningnews, Senin (6/12).

Guadiola mengaku tak terlalu memikirkan timnya yang berada di puncak klasemen. Sebab saat ini memasuki fase tersulit musim kompetisi, dengan banyak pertandingan yang harus dijalani.

Namun, Guardiola menyatakan timnya mesti tampil di level dan ritme seperti sekarang. Mantan pelatih Bayern Muenchen itu menyebut pemainnya sudah bermain di level yang bagus.

''Kami memenangkan pertandingan, tapi dalam sepak bola, segalanya bisa rusak dalam satu detik. Jadi, saya lebih senang dengan apa yang dilakukan pemain dalam periode sulit ini," ujar dia.

Di sisi lain, Manchester United mencoba bangkit dari keterpurukan. Iblis Merah menjadi salah satu favorit juara liga sebelum kompetisi dimulai, menyusul datangnya Cristiano Ronaldo, Raphael Varane, dan Jadon Sancho.

Namun, perjalanan mulus MU hanya sampai pekan keempat. Karena setelahnya MU justru terpuruk dan menelan lima kekalahan dalam delapan pertandingan sebelum Ole Gunnar Solskjaer dipecat.

Hadirnya Ralf Rangnick diharapkan bisa membuat United kembali ke papan atas, setelah sempat menghuni peringkat delapan. Rangnick diharapkan bisa meniru kesuksesan Liverpool dan Chelsea, yang sukses saat menunjuk pelatih asal Jerman.

Perjalanan Rangnick pun diawali dengan cukup baik. MU menang 1-0 atas Crystal Palace. Lebih penting lagi, gawang yang dikawal David de Gea itu akhirnya tak kebobolan untuk pertama kalinya musim ini saat main di Old Trafford.

Baru sekali memimpin sesi latihan Ronaldo cs, Rangnick mulai menerapkan taktik gegenpressing. Pemain MU tidak membiarkan lawan memainkan bola lama-lama. Setiap kehilangan bola, pemain MU langsung berusaha merebutnya kembali.

Hal itu membuat Palace tidak mendapatkan banyak peluang untuk mencetak gol. Tiga poin dari Palace pun membuat United naik ke peringkat enam. Memang masih terlalu dini menyebut juara Liga Inggris 20 kali itu kembali bersaing di papan atas. Namun, paling tidak ada harapan untuk sampai ke sana, dengan 23 pertandingan lagi masih harus dijalani. MU saat ini berjarak 11 poin dari City di puncak klasemen. Sehingga masih ada peluang buat MU membuka kans untuk juara.

"Penunjukan Ralf Rangnick memperlihatkan bahwa Manchester United sedang mencari ide baru. Mereka telah mencoba berbagai hal di masa lalu, seperti kembali ke DNA United melalui Ole Gunnar Solskjaer. Namun, itu tidak benar-benar berhasil," kata mantan pemain MU, Jonathan Greening, dikutip dari Manchestereveningnews.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA