Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Pemkot Sukabumi Terus Genjot Vaksinasi Dosis Dua

Senin 06 Dec 2021 15:10 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Bilal Ramadhan

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meninjau vaksinasi berbasis RW di Toserba Selamat yang memberikan diskon belanja kepada warga yang divaksin, Jumat (29/10).

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi meninjau vaksinasi berbasis RW di Toserba Selamat yang memberikan diskon belanja kepada warga yang divaksin, Jumat (29/10).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Vaksinasi dosis satu di Kota Sukabumi sudah mencapai 92 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan terus menggencarkan vaksinasi. Di mana capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah mencapai 92 persen dan kini menggenjot vaksinasi dosis kedua.

Dari data per Ahad 5 Desember 2021 menyebutkan, capaian vaksinasi Kota Sukabumi untuk dosis satu adalah 248.235 (92.00 persen) dan dosis kedua 147.769 (54.76 persen). Hal ini didasarkan target total vaksinasi di Kota Sukabumi sebanyak 269.834 orang.

Baca Juga

Khusus dosis ketiga sudah mencapai 2.808 orang atau 1.04 persen. Di mana dosis ketiga untuk nakes sudah mencapai 2.803 atau 84.00 persen. "Vaksinasi dalam mengejar herd immunity digenjot lewat vaksinasi dosis satu dan dua," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati.

Terutama dalam mendorong warga yang sudah vaksin pertama mengikuti vaksin kedua sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Selain itu kini fokus vaksinasi ditujukan ke kalangan lanjut usia (lansia) yang masih harus ditingkatkan.

Pencapaian vaksinasi dosis pertama kelompok lanjut usia atau lansia sampai Ahad sudah mencapai 14.978 orang atau 54.98 persen dan dosis dua 10.274 orang atau 37.72 persen.

Persentase itu dihitung dari total target lansia di Kota Sukabumi sebanyak 27.241. Data pencapaian vaksinasi 92 persen ini dinilai mengarah untuk terwujudnya herd immunity terhadap Covid-19 di Kota Sukabumi dapat segera terbentuk.

Namun capaian vaksinasi belum bisa dijadikan dasar tunggal terbentuknya herd Immunity. Sebab harus dilihat pula pada CT value (cycle threshold value) dan positivity rate kasus Covid-19. Di mana data juga menunjukkan bukti sudah terbentuknya herd immunity.

Lulis menuturkan, rata-rata kasus Covid-19 yang ditemukan saat ini CT value-nya di atas 35. Angka tersebut terbilang tinggi dalam artian virus dalam tubuh manusia berjumlah sedikit dan bisa dikarenakan efektifitas vaksinasi.

Sementara untuk positivity rate, di Kota Sukabumi saat ini mencapai angka 0,47. Sehingga dimungkinkan herd immunity di Kota Sukabumi sudah terbentuk akan tetapi belum optimal.

Kondisi belum optimal ungkap Lulis, akibat capaian vaksinasi dosis kedua belum melebihi 60-70 persen dari target. Pencapaian dosis kedua baru sekitar 54.76 persen.

Oleh karenanya lanjut Lulis, dinkes mengajak masyarakat segera mengikuti vaksinasi dosis kedua ini. Apalagi, warga harus tetap waspada karena pandemi belum usai dan ada ancaman varian baru.

Rencanaya pada pekan ini akan menggelar vaksinasi dosis kedua kerjasama dengan BIN di sepuluh puskesmas Kota Sukabumi. Di mana target peserta mencapai 2.000 orang.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, pemkot terus menggencarkan vaksinasi kepada warga baik dosis satu dan dua. "Capaian dosis satu dan dua harus linear, sehingga akan terus digenjot secara door to door," ujar dia.

Dalam setiap momen kegiatan di wilayah, wali kota tidak bosan-bosan mengingatkan warga yang belum divaksinasi agar segera divaksin. "Apakah ada warga yang belum divaksin disini," ujar Fahmi di hadapan warga di setiap momen.

Di mana ketika masih ada warga khususnya lansia yang belum divaksin dan akhirnya diajak untuk segera divaksinasi. Selain vaksinasi, Fahmi juga meminta warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker. Upaya ini diperlukan mengingat adanya potensi gelombang ketiga kenaikan kasus Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA