Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Ibrahimovic Ingin Bela Milan Selama Mungkin

Senin 06 Dec 2021 07:25 WIB

Red: Israr Itah

Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic meluncurkan buku berjudul Adrenalin.

Penyerang AC Milan Zlatan Ibrahimovic meluncurkan buku berjudul Adrenalin.

Foto: EPA/Matteo Bazzi
Zlatan Ibrahimovic ingin menghabiskan karier sepak bolanya di AC Milan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Zlatan Ibrahimovic menyatakan keinginannya untuk bisa menghabiskan kariernya di sepak bola membela AC Milan. Keinginan ini disampaikan saat menjadi bintang tamu acara Che Tempo Che Fa di Rai Tre pada Ahad (5/12) malam untuk membahas buku barunya berjudul Adrenalin.

Inrahimovic baru saja berusia 40 tahun dan masih mencetak gol, tetapi kontraknya dengan Rossoneri akan tuntas pada akhir musim ini. “Saya ingin bermain selama mungkin, dan selama saya memiliki adrenalin itu, saya akan melanjutkannya,” kata Ibra, dikutip Football Italia.

Baca Juga

“Mari kita tekan Milan di sini untuk memberi saya perpanjangan dan saya berharap untuk tinggal di Milan seumur hidup. Saya masih memiliki tujuan yang dapat saya capai dan saya ingin memenangkan Scudetto lagi.”

Ia ditanya apakah dia takut dengan yang mungkin menunggunya ketika dia akhirnya gantung sepatu.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah sepak bola, jadi saya sedikit takut untuk berhenti. Kita lihat saja, tapi saya ingin terus bermain sehingga saya tidak menyesal,” katanya.

Milan saat ini berada di puncak klasemen Serie A, unggul satu poin dari Inter dan dua poin di atas Napoli, sehingga perburuan gelar terbuka lebar. Ibrahimovic adalah salah satu dari sedikit yang mampu bermain di lapangan yang sama dengan dua generasi dari keluarga yang sama. Direktur Olahraga Milan Paolo Maldini sempat menjadi lawannya di lapangan dan sekarang putra Maldini, Daniel, adalah rekan setimnya.

“Luar biasa, kita lihat saja apakah adrenalinnya terus berlanjut dan saya bisa bermain dengan putra Daniel juga!” kata Ibra tertama.

Ia mengungkapkan, adrenalin membuatnya bisa tetap bertahan di level atas. Menurutnya, itu kunci segalanya. Ibra mengaku dulu lebih rock and roll, lebih fokus pada tampak luar, tapi sekarang mengaku lebih dewasa. 

“Saya sangat aktif sebagai seorang anak dan orang tua saya tidak pernah bisa mengendalikan saya. Saya bangun setiap pagi dengan rasa sakit, tetapi saya masih memiliki tujuan dalam pikiran saya. Anda harus membiasakan diri dan mengubah penderitaan itu menjadi energi positif,” ujarnya.

Sebagai ayah, ia mengungkapkan putranya Vincent memiliki panutan yang sangat istimewa. “Dia mencintai Rino Gattuso dan memiliki mentalitas yang sama, karena ketika dia melakukan sesuatu, dia melakukannya dengan 200 persen,” ungkap Ibra.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA