Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Amil & Zakat Ibarat Air Bersih dan Muara, tak Boleh Kotor

Ahad 05 Dec 2021 21:23 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ilustrasi Zakat. Republika/Thoudy Badai

Foto:
Yang mendorong hati seseorang dalam memutuskan hendak berzakat ke mana

Ketiga, bersyukur kepada Allah. Selanjutnya, dalam meningkatkan kemampuan lembaga untuk terus tumbuh dan harmoni, diperlukan pula rasa tenang, damai nan tanpa gejolak. Semua sifat tadi, terkumpul dalam satu sikap yang tak mudah, yakni bersikap syukur pada Allah SWT.

Dengan rasa syukur, Insyaallah akan jadi pendorong kemajuan lembaga, juga merupakan salah satu pondasi kesuksesan dan kemajuan lembaga. Dengan syukur yang benar, ada energi yang luar biasa untuk terus bergerak dan menumbuhkan kebaikan diri dan  lembaga dalam melayani san mewujudkan kebaikan untuk sesama.

Keempat, selalu bersabar dan berlapang dada. Selanjutnya, dalam membangun dan memajukan lembaga, kita juga harus senantiasa mengedepankan husnudzon dan bersabar, juga menjadi pribadi dan lembaga yang pemaaf. Para pimpinan amil zakat, harus mendidik dan membiasakan para amilnya untuk belajar bersabar satu sama lain.

Ujian atau konflik dalam mengelola zakat memamg tak bisa kita hindari. Karenanya para pimpinan amil dan manajemennya sebaiknya membiasakan untuk selalu terbuka, saling jujur dan mempercayai satu sama lain. Bila salah satu amil diketahui mempunyai kesalahan, kita semua harus mendidiknya dengan sabar sebelum memutuskan sanksi yang tepat.

Bersabar juga pada dasarnya soal ilmu memaafkan. Setiap kesalahan harus dipandang dalam sudut pandang pendidikan, yakni bahwa ia masih punya kesempatan untuk berubah dan tak terulang. Kita semua tahu, dengan berbagai problema masing-masing amil di dalam mengelola zakat, bisa saja muncul kesalahan-kesalahan dengan berbagai alasan dan penyebabnya.

Jika kita ingin menciptakan harmoni dan keseimbangan untuk bisa terus tumbuh, maka kita harus berlapang dada, mencoba memaafkan mereka, dengan tetap menjadikan ini sebagai sebuah proses, walau tetap bisa saja menyiapkan sanksi yang proporsional dan bersifat edukatif.

Kelima, bekerja profesional dan berkualitas. Untuk membangun lembaga zakat nan berkualitas, para pimpinan lembaga zakat harus terus menumbuhkan dan menjaga sikap profesional. Selain menyiapkan rencana dan desain organisasi yang baik, para pimpinan lembaga zakat juga harus menjaga dan merawat semua jejaring yang ada agar bisa saling menopang dan memperkuat.

Profesionalisme ini juga idealnya dibarengi dengan kemampuan untuk fokus dan kosentrasi penuh dalam menemukan setiap solusi dari masalah-masalah umat lewat lembaga zakat masing-masing. Harus terlihat nyata juga dampaknya.

Sebuah lembaga zakat, lahir dari perhatian dan curahan dukungan umat. Sudah jelas, dengan situasi ini para pimpinan dan aktivis lembaga zakat harus pula mampu mencurahkan perhatian penuh dari dirinya untuk umat san bangsa ini. Kesungguhan, dedikasi dan profesionalitas dalam kerja akan menjadi ucapan terima kasih paling tulus untuk umat dan bangsa ini.

Untuk menguatkan hal tadi, diperlukan juga mengoptimalkan waktu-waktu yang dimiliki sepanjang bekerja dengan waktu terbaik dan berkualitas. Waktu yang berkualitas ini akan menjadi pemicu efektivitas lembaga ketika ia melayani umat dan menyelesaikan problema-problema yang ada.

Waktu yang baik dan berkualitas juga, akan mengarah pada terciptanya relasi lembaga dan amilnya yang harmonis, yang semoga inline dengan kemampuan terbaiknya untuk tumbuh dan berkembang juga melaju signifikan ditengah dinamika gerakan zakat Indonesia.

Akhirnya, menuju kemajuan lembaga dengan tanpa kehilangan esensi dan makna adalah dambaan semua lembaga. Namun tak mudah memang melewati 5 tangga sukses yang ada. Diperlukan keseriusan, juga kesungguhan bersama.

Di situlah, pimpinan dan seluruh amil, hakikatnya sama, ia bekerja untuk menuju satu cita-cita mulia. Menjadikan mustahik hidupnya mulia dan terbebas dari problema mereka.

Kesibukan, riuh rendah pekerjaan yang ada di kantor lembaga amil zakat, tak boleh menghalangi hubungan para amil dengan Tuhannya. Ini sejatinya pilar paling kuat lahirnya lembaga zakat yang sehat, jauh dari maksiat dan bermartabat. Amil dan zakat, sejatinya ibarat air bersih dan muaranya, ia tak boleh kotor, dan harus terus dirawat. Hanya yang bersih jiwanya yang akan memancarkan kebaikan dan mampu menarik orang-orang baik untuk mendukung dan memperkuatnya.

Fokus menjaga kebaikan, Insya Allah, Allah SWT akan bantu kita tumbuh penuh kebaikan.

Fokus mendekat pada Allah. Insya Allah, Allah akan kokohkan dan besarkan lembaga kita penuh kekuatan.

Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir: ukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA