Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Amil & Zakat Ibarat Air Bersih dan Muara, tak Boleh Kotor

Ahad 05 Dec 2021 21:23 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ilustrasi Zakat. Republika/Thoudy Badai

Foto:
Yang mendorong hati seseorang dalam memutuskan hendak berzakat ke mana

Seorang amil, bila ingin terus memperbesar kepercayaan masyarakat, calon muzaki, dan menjaga kesetiaan hati muzakinya, ia harus terus menjaga hatinya dari kedekatan pada Allah SWT dan jangan pernah melupakan Allah SWT dalam setiap urusan apapun, termasuk soal-soal dalam menjaga kepercayaan ini. Mintalah selalu bantuan-Nya untuk menjaga terus lembaganya agar terus tumbuh dan para amilnya bahagia.

Ingat, Allah SWT sesuai asmanya, adalah Yang Maha Kuat (Al Qowi). Kekuatan dan kekuasaan-Nya sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang tidak bisa didapatkan-Nya. Allah SWT juga adalah Yang Maha Kokoh (Al Matin) yang berarti Allah memiliki kekuatan yang besar, yang tidak akan melemah karena apa pun.

Dengan demikian, seorang pimpinan lembaga zakat, adalah mereka yang semestinya yang paling kuat usahanya untuk mendekat dan terus mendekat pada Sang Khaliq, Allah SWT. Para pimpinan amil, bukan bos para amil, juga bukan raja atau seseorang yang paling diistimewakan, ia justru orang yang paling harus menjaga diri dari kemaksiatan, dan kemurkaan Allah SWT.

Ia juga idealnya adalah orang yang berusaha mendekat pada-Nya dalam seluruh waktu dan kesempatan yang ada. Dengan demikian, bila sebuah lembaga ingin maju, kuncinya selain ikhtiarnya terus diperbaiki, juga kedekatannya pada Allah SWT pun harus terus dijaga dan dicontohkan langsung para pimpinan para amil.

Kedua, saling menjaga ibadah, membangun dan memajukan lembaga zakat sejatinya menunaikan legacy umat. Butuh fokus, kesungguhan dan ketekunan dalam melaksanakannya.

Salah satu anak tangga berikutnya setelah soal kedekatan dengan Allah adalah saling menjaga ibadah. Sebuah lembaga zakat ibarat sebuah keluarga, harus berkomitmen bersama untuk menjadikan keluarganya menjadi keluarga yang mawaddah wa rahmah. Menjadi keluarga yang saling menjaga, saling setia dan rela berkorban.

Untuk menuju ke sana, diperlukan kekuatan untuk saling menjaga ibadahnya dengan baik. Para pimpinan dan manajemen lembaga zakat harus saling menguatkan dalam usaha meraih kebahagiaan, kekuatan dan kemampuan dalam ketaatan beribadah di jalan Allah SWT. Di dalam lembaga amil zakat masing-masing, perlu secara berkala terus diingatkan dalam hal beribadah pada Allah SWT.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA