Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Khofifah: Early Warning System Semeru Sudah Jalan

Ahad 05 Dec 2021 20:39 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Warga melihat material awan panas erupsi Gunung Semeru yang mengalir di Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, Ahad (5/12/2021). PVMBG mengeluarkan rekomendasi masyarakat/pengunjung/wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor Tenggara - Selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Foto:
Gubernur Jatim Khofifah: early warning system letusan Semeru sudah jalan.

Khofifah menuturkan adanya laporan masyarakat terkait anggota keluarga yang belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlanjut yang dilakukan oleh 3.400 personel. “Ada yang melapor ponakan belum ditemukan, ada yang pingsan karena masih mencari istrinya. Jadi, proses evakuasi sedang dilakukan hari ini dengan 3.400 personel,” kata Khofifah.

Ia mengungkap, saat ini para pengungsi ada di wilayah Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Untuk pengungsi di Candipuro terdapat lima titik pengungsi, sedangkan di Pronojiwo ada tujuh titik yang masing-masing titik terdiri dari 30-50 orang. 

Sementara, dampak awan panas guguran Gunung Semeru ini mengakibatkan 112 gardu listrik terputus. Dalam koordinasi dengan PLN, sudah 33 gardu listrik yang tersambung dan terus diupayakan untuk gardu listrik lainnya. "Yang paling banyak ini rupanya di Pronojiwo. di Pronojiwo itu kira-kira 70 persen rumah di sana tidak terlistriki, sekitar 22 ribu rumah di Pronojiwo itu belum terlistriki, kemungkinan paling cepat besok malam," ujarnya.

Sementara, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam instruksinya kepada Gubernur Jawa Timur, meminta agar dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat proses evakuasi maupun mencegah kembali jatuhnya korban tambahan.

"Tolong dikoordinasikan semua Bu Gubernur supaya pengungsi tertangani dengan baik. Berkoordinasi dengan Menteri terkait, Panglima TNI, dan BNPB, juga Bupati [Lumajang] supaya semua bisa diatasi," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga menelepon Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq untuk memonitor kondisi terakhir proses penanganan dampak awan panas guguran Gunung Semeru tersebut.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA