Wednesday, 24 Syawwal 1443 / 25 May 2022

Rob Jadi Langganan, Bupati Nina Tawarkan Bedol Desa

Ahad 05 Dec 2021 15:45 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto

Pengendara menerobos banjir yang menggenang di jalur Pantura Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat. (Ilustrasi)

Pengendara menerobos banjir yang menggenang di jalur Pantura Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat. (Ilustrasi)

Foto: Antara/Dedhez Anggara
Namun, masyarakat tetap bersikukuh ingin bertahan di tempat tinggalnya.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Rob atau banjir yang disebabkan gelombang pasang air laut kerap melanda permukiman warga di sejumlah desa di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Ada tiga desa yang menjadi langganan rob yakni Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon, dan Kertawinangun. Untuk itu, warga yang terdampak ditawari pilihan untuk bedol desa. 

Rob kembali terjadi pada Ahad (5/12). Sebelumnya, rob terjadi hampir setiap hari selama November 2021. Beberapa kali di antaranya banjir rob parah karena disertai  luapan Sungai Ciperawan.

"Banjir rob hari ini lebih besar daripada kemarin," ujar Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminudin, kepada Republika, Ahad (5/12).

Waminudin menyebutkan, ketinggian banjir kali ini bervariasi hingga mencapai 80 sentimeter (cm). Sedangkan sebelumnya, ketinggian banjir berkisar antara 20 - 70 cm.

Bupati Indramayu, Nina Agustina pun meninjau kondisi warga yang terendam banjir rob di Desa Eretan Wetan, Jumat (3/12). Selain melihat kondisi rumah-rumah warga, bupati juga menyaksikan secara langsung gedung sekolah dan sejumlah sarana umum lainnya yang tergenang air laut.

 

photo
Bupati Indramayu, Nina Agustina pun meninjau kondisi warga yang terendam banjir rob di Desa Eretan Wetan. - (Istimewa)
 

Nina menjelaskan, banjir rob terjadi akibat dampak abrasi di Desa Eretan Wetan yang menyebabkan bibir pantai dan permukiman warga saling berdekatan. Hal itu mempermudah air laut masuk dan menggenangi rumah warga, termasuk gedung sekolah. 

"Banjir rob di Desa Eretan Wetan (jadi langganan) selama kurang lebih 15 tahun karena ini berhadapan langsung dengan lautan," kata Nina.

Nina mengatakan, pemerintah desa dan kecamatan setempat sudah melakukan upaya antisipasi sementara dengan menggunakan karung pasir. Hal itu untuk mengantisipasi masuknya air laut ke permukaan rumah warga.

"Saat ini sudah dilakukan penanganan sementara dengan karung dan masyarakat juga melakukan peninggian rumahnya masing-masing," ujar Nina.

Dalam kesempatan itu, Nina menawarkan, kepada masyarakat setempat untuk pindah tempat tinggal (bedol desa) menuju lokasi yang lebih aman dan tidak terkena banjir rob. Namun, masyarakat tetap bersikukuh ingin bertahan di tempat tinggalnya masing-masing meskipun sering dilanda rob.

"Tadi saya tanyakan langsung kepada masyarakat, bagaimanapun revitalisasi tidak cukup satu atau dua rumah tapi harus semuanya. Artinya mau enggak bedol desa? Tetapi ternyata mereka masih betah," tutur Nina.

Nina pun berpesan kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain untuk meminimalisasi datangnya banjir, hal itu juga demi menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Harus hati-hati dan jangan buang sampah sembarangan. Bagaimanapun banjir rob ini membawa sampah dan kotoran yang menyebabkan penyakit," tegas Nina. 

Nina menambahkan, pihaknya akan segera mengajukan bantuan pembangunan breakwater kepada pemerintah pusat. Pengajuan tersebut sebenarnya sudah diajukan Pemerintah Kabupaten Indramayu sejak 2017 silam.

"Saya akan mengulangi kembali permohonan kepada pemerintah pusat untuk meminta adanya breakwater. Bagaimanapun breakwater harus ada, karena jarak laut dan permukiman terlalu dekat,'' tukas Nina.

Camat Kandanghaur, Iim Nurahim, menambahkan, pembangunan breakwater itu merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, pengajuan pembangunan breakwater sudah dilakukan sejak 2017, namun hingga kini tak kunjung dibangun. 

Menurut Iim, keberadaan breakwater itu sangat penting untuk memproteksi pemukiman warga dari air rob. Keberadaan breakwater itu dinilai penting terutama mulai dari wilayah Sumbermas sampai Eretan Kulon.

"Selain pembangunan breakwater, juga dibutuhkan pengurasan kali-kali yang ada di Eretan," tandas Iim. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA