Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

AS akan Jatuhkan Sanksi yang Hancurkan Ekonomi Rusia

Ahad 05 Dec 2021 15:06 WIB

Rep: Dwina Agustin/Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Presiden AS Joe Biden, kanan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu, sebelum KTT AS-Rusia, di Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021. AS memiliki banyak pilihan untuk memenuhi janji dalam memukul Rusia secara finansial.

Presiden AS Joe Biden, kanan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu, sebelum KTT AS-Rusia, di Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021. AS memiliki banyak pilihan untuk memenuhi janji dalam memukul Rusia secara finansial.

Foto: AP/Denis Balibouse/Pool Reuters
AS telah menerapkan berbagai sanksi terhadap entitas dan individu Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memiliki banyak pilihan untuk memenuhi janji dalam memukul Rusia secara finansial. Upaya ini menjadi pertimbangan yang berat jika Presiden Vladimir Putin menginvasi Ukraina.

Sanksi yang disiapkan mulai dari menargetkan rekanan Putin hingga memutuskan Rusia dari sistem keuangan yang mengirim uang mengalir ke seluruh dunia. Upaya ini dipertimbangkan usai AS dan sekutu Eropa tidak mengumumkan secara terbuka tentang rencana untuk merespons secara militer jika Putin mengirim pasukan di sepanjang perbatasan ke Ukraina.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menjanjikan kerugian finansial terhadap Rusia. "Langkah-langkah ekonomi berdampak tinggi yang telah kami hindari di masa lalu," ujarnya pada pekan ini.

Presiden Joe Biden pada Jumat (3/11) juga telah menegaskan AS telah mengembangkan serangkaian inisiatif paling komprehensif dan bermakna untuk membuat sangat sulit bagi Putin. AS selama dekade terakhir telah menerapkan berbagai sanksi terhadap entitas dan individu Rusia. Banyak dari mereka terlibat dalam invasi dan pencaplokan Krimea oleh Rusia dan dukungannya untuk separatis bersenjata di Ukraina timur pada 2014.

Sanksi AS juga telah berusaha untuk menghukum Rusia atas campur tangan pemilu, aktivitas siber berbahaya, dan pelanggaran hak asasi manusia. Sanksi yang sekarang dikenakan pada Rusia termasuk pembekuan aset, larangan berbisnis dengan perusahaan AS, dan penolakan masuk ke AS. Namun dalam upaya untuk menghukum Rusia, Barat selama bertahun-tahun telah membebani hukuman finansial yang lebih besar.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA