Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Pilar Takwa dan Amal Saleh

Ahad 05 Dec 2021 10:15 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

 Pilar Takwa dan Amal Saleh. Foto: Ilustrasi Takwa/taqwa

Pilar Takwa dan Amal Saleh. Foto: Ilustrasi Takwa/taqwa

Foto: Pixabay
Takwa adalah meninggalkan larangan dan menjauhi kemaksiatan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ulama dan pemikir asal Turki, Badiuzzaman Said Nursi pernah merenungkan pilar-pilar takwa dan amal saleh, yang mana keduanya menjadi landasan utama dalam pandangan Alqur’an al-Karim setelah iman. 

Said Nursi menjelaskan, takwa adalah meninggalkan larangan dan menjauhi kemaksiatan. Sementara, amal saleh adalah melaksanakan perintah untuk meraih ragam kebaikan.

Baca Juga

"Pada zaman yang dihiasi kerusakan moral dan spiritual ini serta luapan nafsu ammarah dan terlepasnya syahwat tanpa kendali, maka posisi takwa menjadi pilar yang sangat penting, bahkan ia menjadi inti dari pilar-pilar yang ada," kata Nursi dikutip dari bukunya yang berjudul "Tuntunan Generasi Muda" terbitan Risalah Nur. 

Menurut Nursi, takwa memiliki kedudukan yang sangat mulia, karena bisa menangkal kerusakan dan berbagai dosa besar. Pasalnya, ada kaidah fikih yang berlaku pada setiap waktu berbunyi:

 "ﺩﺭﺀ ﺍﻟﻤﻔﺎﺳﺪ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤصالح"

“Mencegah mafsadat lebih utama dibanding meraih maslahat.”

Karena arus pemikiran yang merusak jiwa dan moral semakin menguat pada masa sekarang ini, maka takwa menjadi pilar paling utama untuk menangkal kerusakan yang menakutkan tersebut. "Orang yang menunaikan berbagai kewajiban dan tidak melakukan dosa besar, akan selamat dengan izin Allah," ujar Nursi.

Pasalnya, lanjut dia, taufik untuk bisa melakukan amal yang tulus pada saat dosa besar mengepung adalah sesuatu  yang sangat langka. Sementara sebuah amal saleh meski sedikit, namun terhitung banyak dalam kondisi yang sangat berat dan sulit seperti sekarang ini. 

Lebih lanjut, Nursi mengungkapkan bahwa terdapat satu bentuk amal saleh yang tersirat dalam takwa itu sendiri. Sebab, meninggalkan yang haram adalah wajib. Sementara, menunaikan yang wajib pahalanya lebih besar dibandingkan melakukan banyak amalan sunnah. 

"Pada masa seperti sekarang di mana dosa dan maksiat menyerang dari berbagai sisi, maka menghindari satu dosa disertai dengan amal yang sedikit sama seperti meninggalkan ratusan dosa (yang diakibatkan oleh satu dosa tadi) dan menunaikan ratusan kewajiban," jelas Nursi

Menurut Nursi, poin ini perlu diperhatikan. Ia hanya bisa diraih dengan niat yang tulus, sikap takwa, dan tekad meninggalkan dosa. Dengan itu, seseorang mendapatkan pahala berbagai amal saleh yang bersumber dari ibadah yang tak perlu mengerahkan tenaga.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA