Sunday, 13 Jumadil Akhir 1443 / 16 January 2022

Penyintas Covid-19 Berisiko Alami Reumatik Autoimun?

Ahad 05 Dec 2021 06:35 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi penyintas Covid-19. Beberapa laporan ilmiah menyebut, reumatik autoimun dapat muncul pasca infeksi Covid-19.

Ilustrasi penyintas Covid-19. Beberapa laporan ilmiah menyebut, reumatik autoimun dapat muncul pasca infeksi Covid-19.

Foto: Pixabay
Dokter pelajari kemunculan reumatik autoimun yang mengusik penyintas Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga saat ini, belum ada data yang mencukupi untuk memastikan kemungkinan reumatik autoimun akan mengusik penyintas Covid-19. Menurut Dr dr Rudy Hidayat SpPD-KR para ahli kesehatan masih melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan itu.

Penyakit reumatik autoimun diketahui merupakan hasil interaksi adanya faktor genetik yang memudahkan munculnya kondisi autoimun ditambah dengan faktor lingkungan. Rudy menyebut, faktor lingkungan yang banyak diteliti salah satunya adalah infeksi virus.

Baca Juga

"Tetapi, untuk infeksi Covid-19 tentu belum cukup data untuk memastikan hal tersebut," kata dokter spesialis penyakit dalam kosultan reumatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, dalam keterangannya, dikutip Sabtu.

Rudy menjelaskan, beberapa jurnal memang melaporkan adanya pasien-pasien yang didiagnosis arthritis rheumatoid (RA) pascainfeksi Covid-19. Namun, hasil penelitian belum diungkapkan secara luas.

Bagaimana dengan kondisi yang terjadi pada pasien reumatik, terutama reumatik-autoimun pasca infeksi Covid-19? Merujuk berbagai laporan, Rudy mengatakan bahwa infeksi Covid-19 lebih besar dampaknya pada pasien dengan autoimun, apalagi dengan terapi imunosupresan atau obat yang menekan sistem imun.

Di samping itu, infeksi juga dapat menjadi pemicu aktivitas penyakit autoimun. Hal ini menjadi dasar mengapa pasien autoimun dianjurkan untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19, terutama pada kondisi autoimun yang terkendali, karena keuntungannya yang lebih besar dibandingkan risikonya.

"Sedangkan untuk kondisi pascainfeksi, tampaknya tidak terdapat perbedaan yang signifikan yang berkaitan dengan kondisi autoimun yang diderita, kecuali adanya post-covid syndrome yang dapat memperberat kondisi autoimun," tutur Rudy.

Menurut Rudy, hal tersebut perlu dievaluasi dengan baik dan teliti oleh dokter yang menangani untuk membedakan mana yang merupakan manifestasi dari reumatik-autoimun atau merupakan manifestasi post-covid syndrome. Bisa jadi, kondisi itu justru merupakan kombinasi dari keduanya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA