Ahad 05 Dec 2021 04:35 WIB

Penderita Depresi Lebih Rentan Lakukan Bunuh Diri

WHO menyebutkan depresi bisa berujung pada bunuh diri.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
WHO menyebutkan depresi bisa berujung pada bunuh diri.
Foto: www.pixabay.com
WHO menyebutkan depresi bisa berujung pada bunuh diri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada lebih dari 700.000 orang di dunia yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri setiap tahunnya menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu faktor yang membuat orang lebih rentan terhadap bunuh diri adalah penderita depresi.

Penderita depresi yang mengalami episode depresif akan merasakan penurunan suasana hati dan kehilangan minat akan aktivitas yang sebelumnya disukai. Kondisi ini setidaknya berlangsung selama dua pekan.

Baca Juga

Pada episode depresif, penderita depresi juga bisa merasa kesulitan berkonsentrasi, merasakan perasaan bersalah berlebihan, tidak menghargai diri sendiri, kehilangan harapan akan masa depan, hingga memiliki pemikiran mengenai kematian dan bunuh diri.

"Depresi bisa berujung pada bunuh diri," ungkap WHO dalam laman resmi mereka.

Perlu dipahami bahwa penderita depresi yang ingin bunuh diri sebenarnya tidak benar-benar ingin mati, melainkan ingin mengakhiri kesakitan atau kesedihan mereka. Oleh karena itu, jangan pernah menyelepekan omongan atau tanda mengenai keinginan bunuh diri yang dilontarkan oleh seseorang.

Ada beberapa tanda yang kerap ditunjukkan ketika seseorang berencana untuk bunuh diri. Salah satu di antaranya adalah mempersiapkan perpisahan, seperti memberikan barang-barangnya kepada orang lain, menyampaikan salam perpisahan, atau menulis surat.

Orang yang hendak bunuh diri juga biasanya akan menarik diri dari keluarga dan teman dekat. Mereka juga menunjukkan kehilangan minat terhadap aktivitas dan kegiatan sosial, lalu menjadi terisolasi.

Tak jarang, orang yang berencana bunuh diri akan bicara terbuka mengenai rasa sakit yang tak tertahankan yang mereka hadapi. Mereka juga mungkin akan bicara mengenai perasaan bahwa mereka hanya sekedar beban bagi orang lain.

Orang yang berencana bunuh diri juga mungkin akan melakukan penyalahgunaan obat atau mengonsumsi banyak alkohol. Hal ini mereka lakukan unutk mengurangi sakit atau mempermudah mereka menyakiti diri sendiri.

Seluruh tanda peringatan mengenai bunuh diri ini perlu ditanggapi dengan serius. Keterlibatan dan dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu menyelamatkan nyawa penderita depresi yang berkeinginan  bunuh diri.

Ada beberapa hal yang dapat membantu penderita depresi yang berkeinginan bunuh diri untuk mengurungkan niatan tersebut. Seperti dilansir WebMD, Ahad (5/12), salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengajak bicara orang yang dicurigai memiliki niat untuk bunuh diri.

Bicara dapat membantu meringankan pemikiran bunuh diri dan memberikan petunjuk mengenai bantuan apa yang mungkin diperlukan oleh penderita depresi. Jangan ragu juga untuk menghubungi tenaga kesehatan mental profesional sesegera mungkin.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement