Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Pertalite Langka, Pemkab Jayawijaya Buka Dua Agen BBM

Sabtu 04 Dec 2021 15:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Jayawijaya langka. (ilustrasi).

Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Jayawijaya langka. (ilustrasi).

Foto: REUTERS/Max Rossi
Pemkab Jayawijaya membatasi jumlah BBM yang diisi pada kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua bekerjasama dengan pengelola APMS dan membuka dua agen pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk mengatasi kelangkaan pertalite yang dirasakan masyarakat beberapa hari terakhir. Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan dua agen itu dibuka sejak Jumat (3/12).

"Kita buka dua agen pengisian BBM ini agar masyarakat mudah mendapatkan BBM," katanya di Wamena, Sabtu (4/12).

Baca Juga

Jhon mengatakan saat ini ada BBM jenis pertalite di tingkat pengecer hanya saja mereka menyembunyikan karena tidak mau menjual dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15 ribu per liter."Semua pengecer BBM subsidi ini menyimpan BBM mereka untuk bisa menaikkan harga BBM di Wamena karena tidak mau mengikuti aturan pemerintah," katanya.

Agen yang dibuka di Pertigaan Jalan Pattimura dan Hom-Hom itu menjual pertalite dengan harga Rp 15 ribu per liter."Namun dibatasi pengisiannya untuk motor besar lima Liter, untuk motor kecil tiga liter sekali isi dan ini untuk umum," katanya.

Pemerintah membatasi jumlah BBM yang diisi pada kendaraan dengan maksud menekan adanya penampungan atau penimbunan yang kemudian dijual ulang dengan harga mahal."Kami harap masyarakat berpartisipasi membantu pemerintah melaporkan oknum-oknum pengecer yang menjual pertalite di atas Rp15 ribu dengan cara difoto lokasinya dan laporkan ke Perindag agar secepatnya mengembalikan harga BBM," katanya.

Berdasarkan pantauan Antara, agen pengecer BBM yang satu minggu lalu mencapai ratusan dan mudah ditemui di pinggiran jalan di pusat kota, kini sepih ketika mendengar pemerintah hendak menertibkan mereka yang menjual dengan harga di atas Rp15 ribu per liter.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA