Sunday, 20 Jumadil Akhir 1443 / 23 January 2022

Fithra Faisal Diangkat Jadi Komisaris Infradigital Nusantara

Sabtu 04 Dec 2021 03:08 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Fithra Faisal Hastiadi, eks juru bicara Kementerian Perdagangan sekaligus ekonom Universitas Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai komisaris PT Infradigital Nusantara, Jumat (3/12).

Fithra Faisal Hastiadi, eks juru bicara Kementerian Perdagangan sekaligus ekonom Universitas Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai komisaris PT Infradigital Nusantara, Jumat (3/12).

Foto: istimewa
CEO Infradigital berharap pengalaman Fithra berikan arahan sesuai aturan pemerintah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fithra Faisal Hastiadi, eks juru bicara Kementerian Perdagangan sekaligus ekonom Universitas Indonesia, secara resmi ditunjuk sebagai komisaris PT Infradigital Nusantara, Jumat (3/12). 

Fithra juga dikenal sebagai ekonom yang aktif mengulas kebijakan ekonomi pemerintah. Dia menamatkan pendidikan sarjananya di bidang ekonomi di Universitas Indonesia. Fithra lantas melanjutkan pendidikan magister di Universitas Keio, Jepang dan Universitas Waseda, Jepang untuk program doktoral.

Fithra juga pernah menjadi peneliti utama dalam Komite Ekonomi Nasional pada masa kepemimpinan Presiden Indonesia SBY pada 2012-2013 serta menjadi Staf Ahli Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada tahun 2017-2018.

“Infradigital mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan Pembangunan inklusif berbasis platform digital. Perusahaan ini telah tumbuh 10 kali lipat sejak awal tahun 2021 dan sekarang telah menjangkau ribuan sekolah dan ratusan ribu orang tua, sejalan dengan momentum akselerasi sektor digital tanpa melupakan patron utama dalam pembangunan yang berkelanjutan yaitu akses kepada ekosistem pendidikan yang terbuka dan partisipatif” tutur Fithra yang juga ketua center 4.0 Iluni Universitas Indonesia.

Co-Founder & CEO Infradigital Ian McKenna menambahkan, keberadaan Fithra di lingkaran Pemerintah juga diharapkan mampu mendorong Pemerintah untuk mendukung penuh pergerakan digitalisasi sekolah ini.

“Kami bangga memiliki kesempatan untuk memanfaatkan keahlian dan pengalaman Fithra ke depan. Karena skala misi kami untuk mendigitalkan sekolah telah berkembang, demikian pula tanggung jawab kami sebagai perusahaan untuk mempertimbangkan dan memberlakukan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekolah kami,” ujar Ian.

Ian juga berharap, berbekal pengalamannya Fithra mampu memberikan arahan sesuai kebijakan Pemerintah yang saat ini tengah menggencarkan transformasi digital, khususnya di sektor pendidikan.

“Pendidikan adalah industri penting yang sekarang mengalami transformasi ke digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penting bahwa perusahaan sektor swasta seperti startup berjalan seiring dengan inisiatif pemerintah dan publik untuk meningkatkan hasil siswa dan kami beruntung dapat membawa pengalaman dan keahlian Fithra untuk memastikan kami mendukung tujuan pemerintah,” tutup Ian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA