Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Respons Warga Cipulir Dapat Bantuan MCK Umum dari Erick

Jumat 03 Dec 2021 19:03 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi  / Red: Nashih Nashrullah

Warga Cipulir apresiasi bantuan MCK umum untuk keperluan sehari-hari. Menteri BUMN Erick Thohir.

Warga Cipulir apresiasi bantuan MCK umum untuk keperluan sehari-hari. Menteri BUMN Erick Thohir.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warga Cipulir apresiasi bantuan MCK umum untuk keperluan sehari-hari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Warga Cipulir, Jakarta Selatan, mengucapkan terima kasih atas bantuan perbaikan sarana toilet umum yang diberikan Menteri BUMN Erick Thohir. Perbaikan MCK dilakukan di MCK umum yang berada di RT 11 dan 12 RW 2, RT 1 RW 4, dan jembatan.  

Seorang warga Cipulir mengatakan sebelumnya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) umum, berada dalam kondisi yang menyedihkan lantaran begitu kumuh dan tidak terawat. 

Baca Juga

Sebelumnya, warga juga harus membayar Rp 15 ribu untuk menggunakan MCK umum tersebut.  

"Terima kasih Pak Erick Thohir yang sudah membantu MCK yang dulu kumuh banget sekarang sudah rapi dan bagus," ujar seorang warga dalam akun Instagram, @erickthohir. 

Warga juga merasa senang dapat menggunakan MCK umum dengan biaya sukarela untuk perawatan. Warga mendoakan Erick Thohir agar diberikan kelancaran dalam bekerja dan mengemban amanah. "Semoga lancar kerjanya dan bisa bermanfaat bagi nusa dan bangsa," ucap warga Cipulir. 

Erick bersyukur bisa membantu memenuhi kebutuhan pokok manusia yakni sebuah toilet umum di Cipulir, Jaksel. Erick menilai hal ini juga berkat gotong royong warga. 

"Saya berharap, keberadaan toilet umum ini selain menjadi sarana kebersihan bagi warga sekitar, juga melindungi anak, istri, saudari dan ibu kita dari tindakan pelecehan seksual karena toilet umum yang kurang layak. Sejalan dengan filosofi Yayasan Erick Thohir yang membawa pesan dari ayah saya untuk kembali mengabdi kepada masyarakat," kata Erick. 

Yayasan Erick Tohir berkolaborasi dengan platform Bergerak Serentak menyelenggarakan program Social Healing. Program ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas publik yang tidak terawat di wilayah DKI Jakarta. 

Mantan personel JKT 48 yang kini menjadi inisiator Bergerak Serentak, Zebi Magnolia Fawas, mengingatkan fasilitas publik merupakan hak warga negara. 

"Jangan lupa, pada Pasal 34 ayat 3 UUD 1945, bahwa warga negara  berhak mendapatkan fasilitas publik yang layak. Mau masyarakat kelas atas atau kelas bawah memiliki hak dan kedudukan yang sama untuk menikmati fasilitas publik demi kebaikan bersama," ujar Zebi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/12).  

Zebi menyampaikan program Social Healing disambut baik oleh anak-anak muda. Bersama jaringan komunitas, platform Bergerak Serentak ingin menggalang kesadaran anak muda terkait hak mereka terhadap fasilitas publik yang layak. 

Hingga saat ini, ucap Zebi, berkat kerja sama dengan puluhan komunitas, Yayasan Erick Tohir dan platform Bergerak Serentak melalui program Social Healing telah memugar lapangan bulu tangkis, taman bermain anak, pangkalan ojek, MCK hingga jembatan. 

"Misi dari program Social Healing itu sederhana, menyadarkan masyarakat terkait hak fasilitas publik yang layak, lalu mendorong masyarakat bertanggung jawab atas hak yang mereka telah terima," kata Zebi.    

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA