Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Cuaca Ekstrem, Penumpang Kapal Ferry Selat Sunda Waspada

Jumat 03 Dec 2021 18:41 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Indira Rezkisari

Kapal Ferry menunggu bongkar muatan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Cuaca ekstrem terjadi di perairan Selat Sunda terutama pada malam hari.

Kapal Ferry menunggu bongkar muatan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Cuaca ekstrem terjadi di perairan Selat Sunda terutama pada malam hari.

Foto: Republika/ Wihdan
Karena faktor cuaca kapal ferry butuh waktu berjam-jam untuk bersandar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Cuaca ekstrem terjadi di perairan Selat Sunda terutama pada malam hari. Penumpang kapal ferry yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni–Merak atau sebaliknya mengalami hambatan saat berada di tengah laut dan saat sandar di dermaga.

Keterangan yang diperoleh Republika, Jumat (3/12), penumpang kapal ferry dari Merak tujuan Bakauheni menceritakan perjalanan malam hari terjadi gelombang tinggi di tengah laut. Kondisi kendaraan dalam kapal ferry mengalami goncangan, namun tidak terguling. Sedangkan saat mau sandar di dermaga harus menunggu lama.

Baca Juga

Sedangkan pada pelayaran siang hari, kondisi cuaca di perairan Selat Sunda normal, sehingga alur pelayanan kapal ferry Bakauheni–Merak berlangsung lancar baik di pelayaran di laut maupun saat sandar di dermaga. “Untuk yang mau menyeberang Bakauheni–Merak harap berhati-hati ombak masih (tinggi) sama cuaca angina kencang ombak besar, kapal miring-miring terus,” kata Adit, salah seorang penumpang kapal ferry dari Bakauheni tujuan Merak, Jumat (3/12).

Ia mengatakan, saat pelayaran malam hari angin kencang menyebabkan ombak besar dan kapal goyang. Kendaraan dalam kapal mengalami goncangan. Untuk itu, ia berharap penumpang kapal ferry tetap waspada karena kondisi cuaca masih tidak menentu apalagi pada malam hari angin kecang.

Adit mengirimkan rekaman video saat ia berada di kapal, goncangan kapal terasa saat ombak besar menghantam kapal. “Kapal waktu mau sandar agak lama menunggu berjam-jam,” ujarnya.

Sedangkan Andri penumpang kapal ferry dari Merak tujuan Bakauheni mengatakan, cuaca di Pelabuhan Merak pada Jumat (3/12) dini hari, cuaca ektrem terjadi di antaranya angin kencang dan gelombang tinggi. Untuk itu, ia berharap penumpang kapal ferry untuk tetap waspada dan menyiapkan peralatan keselamatan. “Penumpang harus menyiapkan jaket, karena angin sangat kencang sekali pada malam hari,” kata Andri.

General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni Solikin menyatakan, gelombang laut di Pelabuhan Bakauheni tidak setinggi di Pelabuhan Merak, karena di Pelabuhan Bakauheni sudah banyak pulau kecil sehingga ombak laut terpecah. Terkait dengan kapal ferry sulit sandar saat cuaca ekstrem, PT ASDP sudah menyiapkan kapal tug boat (kapal penarik) bila kapal ferry sulit sandar. Sejauh ini, kapal tug boat tersebut belum digunakan karena kapal masih bisa sandar secara normal.

ASDP telah mengimbau kepada pengguna kapal untuk melakukan penyeberangan pada siang hari. Karena pelayaran pada malam hari sering terjadi cuaca ekstrem yakni angin kencang sehingga menimbulkan gelombang tinggi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA