Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Pasien Kanker di Eropa Alami Krisis Kesehatan karena Pandemi

Jumat 03 Dec 2021 16:24 WIB

Red: Nora Azizah

Pandemi Covid-19 berdampak pada perawatan kesehatan pasien kanker.

Pandemi Covid-19 berdampak pada perawatan kesehatan pasien kanker.

Foto: PxHere
Pandemi Covid-19 berdampak pada perawatan kesehatan pasien kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, 

Oleh: Puti Almas

Baca Juga

Eropa mengalami krisis kesehatan yang semakin dalam. Banyak orang di negara-negara di benua itu terdampak dengan kanker dan situasi semakin memburuk setelah adanya virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan infeksi penyakit Covid-19 dan menjadi pandemi dunia saat ini. 

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 200 sumber di 17 negara Eropa pada awalnya menunjukkan bahwa sekitar 100 juta tes skrining tidak dilakukan. Sementara hingga setengah dari semua pasien kanker terdampak dengan adanya penundaan pengobatan selama pandemi Covid-19. 

Terlebih, ada sebanyak satu juta orang di Eropa yang belum terdiagnosis memiliki kanker. Pandemi Covid-19, di mana sifat virus sangat menyebar membuat rumah sakit dan pusat medis di banyak negara di benua itu memutuskan untuk menunda atau membatalkan perawatan dan operasi untuk meminimalkan risiko orang yang rentan dan sakit terkena penyakit, terutama pasien kanker.

Dilansir dari Euro News, Jumat (3/12), dampak pandemi tidak hanya pada perawatan kanker, tetapi juga pengobatan penyakit lain, belum diketahui. Namun, para peneliti berharap data tersebut akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang efek dari virus tersebut secara keseluruhan. 

“Dampak Covid-19, pada pasien kanker tidak dapat diabaikan. Pasien kanker tidak bisa menunggu, dan kita harus memastikan bahwa Covid-19 tidak terus melemahkan perjuangan melawan kanker,” ujar Mark Lawler, profesor di bidang Kesehatan Digital di Queen's University Belfast. 

Sementara Covid-19 mengekspos kesenjangan signifikan dalam sistem perawatan kesehatan, dampak keseluruhan pemberian perawatan kanker di negara-negara Eropa masih belum diketahui. Lawler mengatakan bahwa saat ini alat data yang mudah digunakan untuk membantu menilai hambatan dalam pemberian perawatan kanker tengah dikembangkan. 

Berdasarkan data, berikut beberapa negara di Eropa yang mengalami dampak terhadap perawatan kanker selama pandemi Covid-19.

1. Austria 

Di Austria, penangguhan skrining kanker payudara sempat dilakukan selama dua bulan pada 2020. Pada April dan Mei tahun itu, procedur pemeriksaan ini turun 70 persen dibandingkan periode yang sama pada periode yang sama pada 2019. Diagnosis baru kanker payudara dan ginekologi turun setengahnya pada April 2020 dibandingkan 2019.

2. Belgia

Belgia adalah salah satu negara yang paling terpukul selama gelombang pertama Covid-19. Akibatnya, penurunan hingga 81 persen dalam pemeriksaan kanker dan pengurangan 44 persen lebih lanjut dalam diagnosis kanker terjadi. 

Sekitar 11 persen pasien kanker menghadapi penundaan pengobatan kemoterapi mereka dan hingga Agustus lalu, masih ada 4.000 diagnosis kanker yang belum dikonfirmasi.

3. Prancis 

Ketika gelombang pertama pandemi melanda, diagnosis kanker di Prancis turun hingga 42 persen pada April 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut data yang diserahkan kepada tim peneliti di balik Data juga menunjukkan ada 93.000 kasus kanker yang tidak terdiagnosis pada 2020 saja. 

4. Jerman

Selama 35 hari di Maret dan April 2020, tidak ada undangan yang dikirimkan kepada perempuan di Jerman untuk datang pemeriksaan mammogram saat Covid-19 melanda Jerman. Pada saat yang sama, diagnosis kanker baru turun lebih dari 27 persen pada April 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Selama tahap awal pandemi, 46,4 persen pasien kanker di Jerman juga melaporkan kesulitan dalam memastikan tanggal untuk prosedur investigasi seperti biopsi dan operasi serta rawat inap di rumah sakit.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA