Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

India dan Sri Lanka Konfirmasi Kasus Pertama Omicron

Jumat 03 Dec 2021 16:12 WIB

Red: Indira Rezkisari

Varian Omicron (B.1.1.529) kian meluas. Sri Lanka dan India baru saja mengonfirmasi kasus perdana varian Omicron.

Varian Omicron (B.1.1.529) kian meluas. Sri Lanka dan India baru saja mengonfirmasi kasus perdana varian Omicron.

Foto: Max Pixel
Varian Omicron diketahui memiliki banyak mutasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- India mengonfirmasi dua kasus varian Omicron (B.1.1.529) sebagai kasus pertama di regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Southeast Asian Region (SEARO) kata seorang pejabat WHO. "Situasi ini adalah sesuatu tidak terduga, mengingat dunia yang saling terhubung," kata Direktur Regional WHO Asia Tenggara Poonam Khetrapal Singh melalui keterangan tertulis WHO, Jumat (3/12).

Poonam menekankan semua negara untuk meningkatkan pengawasan, kewaspadaan serta melakukan langkah cepat untuk mendeteksi dini importasi kasus varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, khususnya Omicron. Negara selain India yang termasuk anggota SEARO adalah Bangladesh, Bhutan, Korea Utara, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor-Leste.

Baca Juga

Upaya mitigasi yang bisa dilakukan otoritas terkait di antaranya melalui kebijakan pemerintah pada sektor kesehatan masyarakat dan kehidupan sosial yang komprehensif. "Kepatuhan ketat terhadap tindakan pencegahan dan pencegahan oleh individu, adalah suatu keharusan," katanya.

Upaya pencegahan penularan yang dapat dilakukan individu di antaranya mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut dengan baik, jaga jarak, hindari tempat yang berventilasi buruk atau tempat ramai, jaga kebersihan tangan, menutup bagian mulut saat batuk dan bersin serta mendapatkan vaksinasi. "Terus lakukan semua tindakan pencegahan bahkan setelah mendapatkan vaksinasi," katanya.

Terhadap pelaku perjalanan, Poonam mengimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan tetap waspada terhadap tanda maupun gejala Covid-19. "Varian Omicron memiliki banyak mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan," katanya.

Poonam mengatakan para peneliti di seluruh dunia sedang melakukan penelitian untuk lebih memahami kemampuan Omicron pada risiko keparahan dan kekebalan terhadap antibodi. "WHO mengapresiasi negara-negara yang dapat dengan cepat mendeteksi dan melaporkan kasus variant of concern (VOC)," katanya.

Otoritas kesehatan Sri Lanka, Jumat (3/12), juga menyampaikan telah mengidentifikasi pasien pertama Omicron di negara tersebut. Kementerian Kesehatan menyebutkan varian baru itu dijumpai pada seorang warga yang baru saja kembali dari Afrika Selatan.

"Kewaspadaan kami membuahkan hasil, kami dapat mengidentifikasi pasien Omicron usai melakukan uji laboratorium pengurutan genom. Kita tidak perlu panik menyikapi hal ini. Kami sedang menangani situasi ini," kata Wakil Direktur Layanan Kesehatan Dr. Hemantha Herath kepada awak media.

Pada Kamis (2/12) Sri Lanka mencatat tambahan 735 kasus dan 27 kematian Covid-19. Jumlah keseluruhan kasus mencapai 565.471, dikutip dari Reuters.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA