Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

PKB Siap Berkoalisi dengan Siapa Saja di Pilpres 2024

Kamis 02 Dec 2021 21:33 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar usai diskusi satu abad Nahdatul Ulama (NU) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (2/12).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar usai diskusi satu abad Nahdatul Ulama (NU) di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (2/12).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
PKB akan berkoalisi dengan partai yang memiliki cita-cita yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menyampaikan perkembangan terbaru dari komunikasi terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ia menyebut, partainya siap berkoalisi dengan siapa saja untuk kontestasi mendatang.

"Siap (berkoalisi) dengan siapa-siapa saja," singkat Muhaimin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (2/12).

Baca Juga

Kendati demikian, komunikasi antara PKB dan partai politik lain disebutnya belum membicarakan ihwal calon presiden dan wakil presiden untuk 2024. Namun, ia memastikan bahwa PKB akan berkoalisi dengan partai yang memiliki cita-cita yang sama.

"Belum ada satupun partai yang bicara presiden dan wapres, apalagi PKB. Semua partai sama saja, yang penting cita-citanya sama," ujar Muhaimin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai, Pilpres 2024 akan diikuti tiga koalisi. Partainya pun akan berupaya memimpin salah satu poros tersebut.

"Dengan melakukan upaya-upaya dengan terbentuknya poros lebih banyak minimal tiga poros dan PKB berupaya untuk memimpin satu poros," ujar Jazilul dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/10).

Saat ini, mayoritas kader PKB berikhtiar untuk mengusung sang ketua umum partai, Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden (capres) di 2024. PKB namun realistis pencalonannya membutuhkan suara partai lain untuk menyanggupi syarat presidential threshold sebesar 20 persen.

"PKB punya modal sembilan sampai 10 persen. Tentu kalau koalisi dengan parpol menengah bawah, kita harus mengajak dua parpol lagi," ujar Jazilul.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA