Sunday, 13 Jumadil Akhir 1443 / 16 January 2022

Studi Baru Sebut Air di Bumi Mungkin Berasal dari Matahari

Jumat 03 Dec 2021 05:57 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Matahari. ILustrasi

Matahari. ILustrasi

Foto: Dailymail
Ada bukti partikel di matahari bisa menciptakan air di permukaan asteroid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bumi adalah planet paling biru di tata surya. Bumi memiliki air melimpah. Namun, tak ada yang benar-benar tahu darimana asal sumber air di bumi. Asal usul air di Bumi juga telah lama diperdebatkan oleh para ilmuwan.

Kini, dalam sebuah penelitian baru ilmuwan mengusulkan bahwa air di Bumi mungkin saja berasal dari matahari. Kok bisa?

Baca Juga

Peneliti dari University of Glasgow mengatakan ada bukti bahwa partikel yang dipancarkan Matahari bisa menciptakan air di permukaan butiran debu pada asteroid yang menabrak Bumi.

Terbentuknya air dari tabrakan asteroid

Menurut para astronom, radiasi matahari mungkin telah menciptakan air di permukaan butiran debu yang dibawa oleh asteroid yang menabrak Bumi miliaran tahun yang lalu. Ketika angin matahari berinteraksi dengan partikel debu kecil yang ditemukan di asteroid tertentu, dapat menciptakan sejumlah kecil air. 
 
Sebagian besar model modern menunjukkan bahwa sebagian besar air (H2O) di bumi awalnya berasal dari sumber luar angkasa. Ada yang menyebut mungkin saja dari asteroid tipe-C di wilayah Jupiter-Saturnus dan sekitarnya.
 
Asteroid yang jauh ini dianggap sebagai badan induk meteorit chondrite berkarbon yang secara teratur menabrak bumi. Jenis meteorit khusus ini diketahui mengandung sejumlah besar mineral yang mengandung air.
 
Tetapi chondrites karbon mungkin bukan satu-satunya cara air awalnya bisa ada di bumi. Jenis meteorit kaya air lainnya juga bisa melakukan hal yang sama, terutama sejak chondrite berkarbon tidak menjelaskan seluruh air yang ada di bumi.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA