Kamis 02 Dec 2021 21:07 WIB

Produk Indonesia 'Ditaksir' Rp 24,2 Triliun oleh Cina  

Kali ini, ada 12 nota kesepahaman senilai 935.075.050 dolar AS.

Penandatanganan nota kesepahaman dan surat intensi diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, 30 November.
Foto: KBRI Beijing
Penandatanganan nota kesepahaman dan surat intensi diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, 30 November.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Penjajakan bisnis di Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 menarik minat mitra usaha Cina. Penjajakan itu berujung pada penandatanganan lanjutan nota kesepahaman dan surat intensi yang  menghasilkan potensi transaksi sekitar 1,68 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 24,2 triliun.

Penandatanganan nota kesepahaman dan surat intensi tersebut dilangsungkan dalam kegiatan Signing Ceremony Indonesia-China as Complementary Partner yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing pada 30 November 2021. Kegiatan ini dilangsungkan secara daring dengan mempertemukan para pembeli China dengan para mitranya di Indonesia.

“Kegiatan ini dapat menjadi salah satu tanda kebangkitan ekonomi kedua negara di masa pandemi ini,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (2/12).

Sesi interaktif Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 telah resmi berakhir pada 4 November 2021. Pameran itu berjalan selama dua pekan sejak dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 21 Oktober 2021. Saat ini, TEI-DE tetap berlangsung dalam sesi showcase hingga 20 Desember 2021.

Pameran dagang terbesar Indonesia yang diselenggarakan melalui konsep katalog digital ini turut menarik minat para pembeli dari China. Pada sesi interaktif, transaksi dari Tiongkok mencatatkan nota kesepahaman (MOU) senilai USD 100 juta untuk produk bahan obat tradisional.

Pada trimester ke tiga tahun ini, total perdagangan Indonesia dengan China telah mencapai angka sekitar 80 miliar dolar AS. Harapannya, tahun 2021 dapat ditutup dengan rekor total perdagangan untuk pertama kalinya senilai 100 miliar dolar AS.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas usaha Perwakilan Pemerintah Indonesia di China dalam penjajakan bisnis. Hasilnya, TEI tahun ini dapat menghasilkan potensi transaksi perdagangan yang memuaskan. Jerry juga berharap agar kinerja ini terus ditingkatkan.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi turut menyampaikan bahwa TEI-DE 2021 sampai saat ini telah mencatatkan transaksi sebesar lebih dari 6 milyar dolar AS, di mana transaksi dengan China mencapai 1,78 milyar dolar AS atau 29,6 persen dari total transaksi TEI-DE 2021. Keberhasilan TEI mencatat nilai signifikan yang melampaui target, merupakan berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk para Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring buyer.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian, Bambang menyampaikan bahwa permintaan produk-produk pertanian Indonesia dari China terus meningkat tiap tahun. Produk yang banyak dilirik itu  antara lain sarang burung walet, buah-buahan tropis, minyak kelapa sawit, dan beberapa bahan obat tradisional. Peningkatan ini didukung oleh disepakatinya protokol ekspor yang akan menjamin pemenuhan persyaratan fitosanitari komoditas yang dikirim dari Indonesia ke China.

Pada acara ini, tercatat ada 12 nota kesepahaman yang ditandatangani senilai 935.075.050 dolar AS. Nota itu mencakup pembelian produk minyak kelapa sawit (16 persen), bahan obat tradisional (11 persen), buah tropis (49 persen), sarang burung walet (14 persen), dan berbagai produk konsumen (11 persen). Sedangkan surat intensi mencatatkan potensi transaksi senilai 750.500.000 dolar AS untuk beberapa produk tambang, pertanian dan perkebunan.

Kegiatan ini juga mencatatkan optimisme dalam peningkatan akses pasar ke China melalui platform digital. Platform cross-border e-commerce yang diinisiasi oleh Perwakilan Perdagangan di China, www.idnstore.cn berhasil menjalin kerja sama dengan ditandatanganinya nota kesepahaman dengan Union Pay. Kerja sama ini diharapkan dapat mempermudah pemasaran produk Indonesia melalui platform digital Union Pay yang sudah biasa digunakan di China.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement