Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

IGD Diminta Bersiap Antisipasi Varian Omicron

Jumat 03 Dec 2021 02:05 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Indira Rezkisari

Masyarakat diminta mewaspadai varian Omicron.

Foto:
Penanganan Covid-19 perlu difokuskan ke tingkat penyebaran Omicron.

Dia juga menekankan penanganan Covid-19 lebih difokuskan pada tingkat penyebarannya. Dengan demikian, penyebaran Covid-19 tetap terjaga, jumlah kasus tidak melonjak, fasilitas kesehatan tetap sanggup menampung sampai secara alami gelombang Covid-19 menurun.

"Yang harus diperhatikan itu tingkat penyebarannya. Kalau kasusnya sangat tinggi, RS kewalahan, tempat tidur kurang, sampai harus antre di IGD, atau bahkan terpaksa bertahan di rumah saja, maka jadi besar risikonya. Angka kematian menjadi tinggi. Artinya, harus kita waspadai," terang Tonang.

Selama 1,5 tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, Indonesia sudah terkena dua kali gelombang penyebaran Covid-19. Hal itu membuat jumlah pasien Covid-19 termasuk angka kematian melonjak drastis.

Tonang menjelaskan, ada dua hal yang dapat terjadi ketika gelombang Covid-19 melanda. Pertama, bisa saja walau penyebaran Covid-19 terjaga, tapi jumlah kasusnya tinggi dengan catatan orang yang terkonfirmasi Covid-19 tetap terisolasi dan pasien berat mendapat perawatan.

"Kedua, mulai terjadi lonjakan, penyebaran tidak tertahan, sampai tidak terkendali, semakin banyak terinfeksi, tersebar begitu saja, semakin tinggi kasusnya, semakin banyak yang maaf meninggal. Kemudian setelah begitu banyak yang terinfeksi, kasus menurun karena virus tidak lagi menemukan tempat berkembang biak yang baru," paparnya.

Untuk itu, Tonang meminta agar Pemerintah memastikan kedisiplinan masyarakat melaksanakan Prokes, membantu memisahkan sumber-sumber penularan dengan isolasi, merawat orang yang mengalami gejala Covid-19, dan melakukan vaksinasi. Upaya tersebut juga perlu didukung dengan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan membatasi interaksi antara Indonesia dengan negara lain.

"Dua itu kewajiban Pemerintah, tidak mungkin masyarakat bisa melakukannya. Bisanya adalah mendukungnya. Mari kita awasi dan terus menerus diingatkan, bila perlu agar Pemerintah benar-benar memenuhi kewajibannya," pungkas Tonang.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA