Jumat 03 Dec 2021 01:15 WIB

Airnav Sentani Papua Siap Hadapi Trafik Nataru

Airnav Sentani akan membentuk posko pemantau selama libur Nataru.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Aktivitas Bandara Sentani Jayapura, Papua, Rabu (15/11).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Aktivitas Bandara Sentani Jayapura, Papua, Rabu (15/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Airnav Indonesia cabang Papua siap untuk menghadapi trafik pergerakan pesawat saat masa libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022. GM Airnav Indonesia Cabang Sentani I Made Adi Sanjaya memastikan secara keseluruhan sudah dipersiapkan. 

“Untuk Natal dan Tahun Baru tahun ini secara general siap. Peralatan juga siap dan personel juga siap,” kata Adi, Kamis (2/12). 

Baca Juga

Dia memastikan kesiapan yang dilakukan Airnav cabang Sentani tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Adi mengatakan posko untuk memantau pergerakan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021/2022 juga akan dibentuk. 

“Untuk Nataru seperti biasa selalu ada posko. Tapi semenjak pandemi ini, kebanyakan juga poskonya ada online,” tutur Adi. 

Dia menegaskan, untuk kesiapan navigasi selama periode tersebut sangat siap. Posko dan kebutuhan lainnya sudah direncanakan agar layanan Airnav selama masa Natal dan Tahun Baru tetap optimal.

Sementara itu, Manager Perencanaan dan Evaluasi Operasi Airnav Indonesia Cabang Sentani Papua Anak Agung Made Budiartha mengatakan untuk trafik penumpang pesawat berjadwal di Bandara Sentani hingga bulan berjalan saat ini sudah meningkat. Jika dibandingkan 2020, trafiknya sudah naik 62 persen. 

Hanya saja jika dibandingkan kondisi nomela sebelum Covid-19, angka tersebut masih turun. “Kalau mau dibandingkan kondisi normal sebelum Covid-19, kondisi sekarang trafiknya masih turun 37,6 persen,” tutur Budiartha.

Untuk itu, Budiartha menilai meskipun saat ini trafiknya sudah meningkat, namun saat Nataru 2021/2022. Jika ada penerbangan tambahan pada rute tertentu juga bekum mencapai seperti kondisi sebellum Covid-19. 

“Secara operasional belum ada pertambahan penjngkatan penerbangan melebih kondisi normal sebelum Covid-19,” jelas Budiartha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement