Friday, 18 Jumadil Akhir 1443 / 21 January 2022

Kecewa dengan Aparat, Massa Reuni 212: Urus Saja Papua

Kamis 02 Dec 2021 12:07 WIB

Rep: Ali Mansur, Zainur Mashir Ramadhan/ Red: Andri Saubani

Personil TNI berjaga saat penyekatan jalan aksi reuni 212 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Personil TNI berjaga saat penyekatan jalan aksi reuni 212 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Massa Reuni 212 tidak diperbolehkan menuju ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ratusan massa Reuni 212 masih bertahan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (2/12). Mereka tampak kecewa karena tidak diperbolehkan bergerak ke kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha yang menjadi titik kumpul  “Aksi Super Damai”.

“Urus saja Papua sana. Kami cuma mau silaturrahmi kok dilarang-larang. Kita kan kalau reuni selalu damai, tertib, nggak ada rusuh-rusuhan,” ujar Halimah (39), saat ditemui di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Baca Juga

Ibu dua anak itu mengaku tidak pernah absen mengikuti aksi yang digelar oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212. Bahkan pada saat aksi 212 perdana beberapa tahun silam ia juga turut bergerak. Namun untuk Reuni 212 edisi tahun ini ia sangat kecewa, lantaran benar-benar tidak diberi izin oleh pihak kepolisian.

“Pastilah (kecewa), saya sudah di sini dari pagi. Dari rumah di Bogor habis shalat subuh, pokoknya kereta pertama,” kata wanita asal Kota Bogor itu.

Sebenarnya Halimah sudah mengetahui adanya larangan untuk Reuni 212 oleh pihak berwajib. Hanya saja, melihat banyak teman-temannya yang tetap berangkat ke Jakarta untuk mengikuti Aksi Super Damai yang merupakan rangkaian acara Reuni 212. Ia pun membandingkan dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh salah satu organisasi masyarakat beberapa waktu lalu.

“Ya janggal sih, masa kita yang punya sejarah aksi selalu damai, tertib kok dilarang. Sedangkan mereka diizinkan. Pasti ada rasa iri, kita sama-sama bayar pajak kok,” keluh Halimah.

Sementara itu Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif meminta agar massa Reuni 212 membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing dengan damai. Ia berterima kasih kepada massa yang hadir di sekitar kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha dengan tertib dan damai. Ia menggarisbawahi bahwa kehadiran massa Reuni 212 menunjukkan konsistensi membela kebenaran dan melawan kedzaliman.

"Kita datang untuk damai, kita disuruh pulang ya kita pulang, kita datang untuk damai, siap untuk pulang dengan tertib?” Kata Slamet Maarif di Jalan Wahid Hasyim.

In Picture: Kondisi Penyekatan di Jalan Thamrin Jelang Aksi Reuni 212

photo
Petugas kepolisian melakukan penyekatan jalan untuk mengantisipasi membludaknya massa reuni 212 di kawasan Sarinah Thamrin, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Pihak kepolisian melakukan penyekatan disejumlah wilayah karena pelaksanaan reuni 212 dapat meningkatkan risiko penyebaran virus COVID-19. - (ANTARA/Muhammad Adimaja)

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA